HETANEWS

Dampak Sosial 'Penelantaran' Tanah HGU PTPN IV, BHL Pilih Angkat Kaki?

Lahan perkebunan teh Hak Guna Usaha PTPN IV non produktif, di wilayah regional 4 Kebun Bah Butong. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com-Sejumlah perkebunan teh yang dikelola Perusahaan Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) tidak lagi produktif.

Di sisi lain, jumlah pengangguran di sekitar wilayah operasional perusahaan masih terbilang tinggi.

Ditambah lagi tidak beroperasinya 1 unit pabrik pengolahan teh di unit Perkebunan Sidamanik, menimbulkan pertanyaan soal keseriusan PTPN IV mengelola lahan milik negara itu.

Ini menyusul kebijakan perusahaan pada tahun 2012 silam, dimana PTPN IV berencana mengkonversi lahan perkebunan teh seluas 20 hektar lebih menjadi lahan kelapa sawit.

Namun keputusan itu urung dilaksanakan, menyusul aksi protes dari berbagai elemen masyarakat yang menolak adanya konversi lahan.

Kini lahan yang gagal dikonversi kondisinya terlantar dan tidak lagi dirawat. Keadaan ini berimbas pada nasib pemuda/i setempat yang pada akhirnya memilih angkat kaki dari perkebunan, dikarenakan sulitnya mendapat penghidupan yang layak terutama bagi mereka yang berstatus Buruh Harian Lepas (BHL).

"Sudah banyak pekerja BHL yang pada akhirnya pindah dari sini, gajiannya telat, kebunnya banyak 'inggrop' (non produktif). Susah sekarang cari penghidupan yang layak dari perusahaan ini," imbuh marga Sitorus saat dimintai tanggapan, Kamis (12/4/2018).

Kebijakan PTPN IV yang sampai hari ini masih menelantarkan sejumlah lahan perkebunan, berseberangan dengan apa yang diamanahkan pasal 10 UU Nomor 5 Tahun 1960, di mana ditegaskan bagi setiap badan hukum yang diberikan hak atas tanah, wajib mengusahakan tanah dengan aktif dan menghindari cara-cara pemerasan.

Menanggapi hal ini, Humas PTPN IV Unit Perkebunan Teh, Muhamad Rizky Fajaryanto mengatakan, sejumlah perkebunan non produktif akan dilakukan penanaman ulang. Namun Rizky enggan menyebut kapan program penanaman ulang itu dilakukan.

"Kita sudah canangkan itu akan ditanam ulang, dan tahun ini ada beberapa areal yang sudah dilakukan penanaman ulang," kata Rizky.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, selain sering mengalami keterlambatan pembayaran upah, para BHL juga dihadapkan dengan masalah sulitnya mendapatkan penghidupan yang layak meskipun bekerja di perusahaan plat merah sekelas PTPN IV.

Baca Juga: Kebun 'Inggrop' Pabrik Tutup, PTPN IV Riwayatmu Kini

Dampak lainnya dari gagalnya konversi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit, membuat sejumlah areal perkebunan menjadi terlantar, yang secara tidak langsung semakin menjauhkan kesempatan calon tenaga kerja baru untuk bekerja di PTPN IV.

Fakta ini dapat menjadi pertimbangan bagi PTPN IV, mengingat angka pengangguran di Kabupaten Simalungun sebagai wilayah operasional PTPN IV hampir menyentuh angka 4 ribu jiwa.

Penulis: tim. Editor: gun.