HETANEWS

Warga Siantar Ini Didakwa Penjual Sabu di PN Simalungun

Tiga saksi polisi saat diambil sumpahnya sebelum memberi kesaksian atas perkara Sudra. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Sudra Eryanto alias Sudra (40), warga Tambun Nabolon, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, sempat terdaftar sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam perkara Bayu Prasetya (divonis 11 tahun).

Tapi ironisnya, dalam dakwaan jaksa, Victor Purba, mencantumkan pasal 127 (1) huruf a tentang penyalahgunaan narkkotika bagi diri sendiri (pengguna).

Sedangkan dalam berkas Bayu Prasetya yang mengaku membeli sabu seharga Rp 5 juta dari Sudra tidak dicantumkan pasal 127 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Victor Purba dalam persidangan, Kamis (12/4/2018), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun menyebutkan, terdakwa ditangkap pada Sabtu, 20 Januari 2018 lalu, pukul 01.00 WIB, di Penginapan Fergael, Jalan Medan Km 7 Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Sudra yang sudah lama diburu, berhasil ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun dari kamar No 4 di penginapan itu.

Petugas berhasil menyita 4 plastik klip berisi narkotika jenis sabu, 5 buah pipet, 1 unit handphone (HP) uang hasil penjualan narkotika Rp 700 ribu dari saku kiri celana terdakwa.

Terdakwa mengaku membeli 5 paket sabu seharga Rp 1.250 ribu dari Ucok (DPO). Selain dijerat pasal 127, jaksa juga menjerat dengan pasal 114 dan pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa Sudra juga merupakan residivis dalam perkara yang sama. Majelis hakim, pimpinan Lisfer Berutu, didampingi dua hakim anggota, pada persidangan siang itu, mendengarkan 3 kesaksian anggota Polri yang melakukan penangkapan, Fernando Nababn, Syarif Noor Sholin dan Dedi Siregar.

Atas keterangan para saksi, terdakwa didampingi pengacara, Kencana Tarigan membenarkannya. Untuk mendengarkan keterangan terdakwa, persidangan dibantu panitera, Jonathan Sinaga, ditunda hingga Kamis mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.