HETANEWS

Kucing dan Buntut Benarkan Dakwaan Jaksa

Kedua terdakwa diadili di PN Simalungun. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Lidya Panjaitan mendakwa Ahmadi alias Kucing (44), sebagai kurir sabu dan Gusti Suarno alias Buntut (26), sebagai pembeli sabu, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (12/4/2018).             

Keduanya warga yang sama, di Jalan Protokol, Nagori Purbaganda, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun.             

Kedua terdakwa disidangkan dalam berkas terpisah,  dijerat jaksa dengan pasal 114 dan pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurut dakwaannya, kedua terdakwa, pada 9 Nopember 2017 lalu, sekira pukul 23.00 WIB, di warung milik pak Dewa, di Jalan Puskesmas, Kelurahan Pematang Bandar, melakukan jual beli satu paket sabu.               

Bermula,  terdakwa Buntut mendatangi terdakwa Kucing, di rumahnya dan memesan satu paket sabu seharga Rp 70 ribu.

Kucing memesan sabu via telepon kepada Odeng (DPO) sebanyak Rp 200 ribu. Setelah sampai di rumah Kucing, membagi sabu dalam 3 paket dan 1 paket diserahkan kepada Buntut.               

Ketika Kucing berangkat hendak mengantarkan dua paket sabu kepada orang lain, ia ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun, Aswin Manurung, Marudut Nababan, Syarif Noor Solin, M Syarif dan Fernando Nababan.                

Dalam persidangan terbuka untuk umum itu, kedua terdakwa didampingi pengacara, Kencana Tarigan membenarkan dakwaan jaksa dan tidak mengajukan eksepsi.

"Kami tidak mengajukan eksepsi, yang mulia karena para terdakwa membenarkannya," kata Kencana, di depan majelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim dibantu panitera, Jonni Sidabutar, menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.