HETANEWS

Djarot: Kepada yang Memfitnah Saya Berdoa, Ampuni Mereka Tuhan

Pasangan Bacagub Cawagub Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat (kanan) dan Sihar Pangaribuan Sitorus (kiri) saat acara pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Editor : Caroline Damanik

Jakarta, hetanews.com-Calon gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat membantah kabar bahwa kursi menteri menunggunya jika terpilih sebagai gubernur dalam Pilgub Sumatera Utara 2018 mendatang. "Fitnah memang tindakan yang keji. Namun jangan dimarahi, melainkan berikan pencerahan.

Perbedaan yang ada merupakan rahmat agar kita dapat bersatu untuk memberikan kebaikan," ujarnya, Rabu (11/4/2018). Djarot menegaskan, isu tersebut tidak berdasar.

Menurut dia, banyak rekannya juga yang mempertanyakan hal itu dan marah dengan fitnah itu ketika dia menjelaskan hal itu tidak benar.

"Itu tidak benar karena (kalau terpilih), saya memiliki kontrak dengan rakyat Sumut lima tahun," ungkapnya. "Kepada yang memfitnah, saya berdoa, ampuni mereka Tuhan karena mereka tidak tahu," tambahnya.

Djarot juga meminta setiap kader partai pendukungnya untuk mengantisipasi ujaran kebencian itu dengan tidak membalasnya. "Mari kita terapkan kampanye positif, jangan dibalas," katanya.

Selain itu, pada acara Rakercabsus PDI-P Gunung Sitoli, Djarot mengingatkan para kader bahwa keberagaman yang ada di Indonesia merupakan rahmat dari Tuhan.

"Tidak boleh ada yang menyeragamkan, membuat Indonesia menjadi homogen karena itu bertentangan dengan Pancasila," katanya.

Djarot juga meminta setiap kader partai pendukungnya untuk mengantisipasi ujaran kebencian itu dengan tidak membalasnya. "Mari kita terapkan kampanye positif, jangan dibalas," katanya.

Selain itu, pada acara Rakercabsus PDI-P Gunung Sitoli, Djarot mengingatkan para kader bahwa keberagaman yang ada di Indonesia merupakan rahmat dari Tuhan. "Tidak boleh ada yang menyeragamkan, membuat Indonesia menjadi homogen karena itu bertentangan dengan Pancasila," katanya.


sumber: kompas.com

Editor: sella.