HETANEWS

Dosmar Banjarnahor: Tidak Masalah Saya Disebut Bupati Jagung

Bupati Dosmar Banjarnahor saat berbincang-bincang dengan para wartawan. (foto/trendy)

Humbahas, hetanews.com - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor mengundang beberapa jurnalis ke ruangan kerjanya untuk sekedar coffee morning, sekaligus menepis anggapan dirinya 'alergi' terhadap wartawan. 

Namun dalam pertemuan itu, ada yang unik ketika dirinya berbincang dengan para awak media mengenai program pertanian di Kabupaten tersebut. Tak tanggung-tanggung, Dosmar mengatakan, lebih baik disebut Bupati 'Jagung' daripada Bupati 'Lappet'. 

"Biarkan saja, malah saya lebih senang disebut Bupati Jagung daripada Bupati Lappet," ujar Dosmar bersenda gurau dengan awak media.

Bukan tanpa alasan, Dosmar mengatakan, hal tersebut akibat dari banyaknya pergunjingan di media sosial (medsos) terhadap dirinya yang selalu menyindir program pertanaman jagung di Humbahas. 

Dosmar menerangkan, program pertanaman jagung di Humbahas dapat menjadi suksesor dari Provinsi Gorontalo yang tengah sukses dari jagung. Sementara kesuburan tanah dinilai lebih tinggi di Humbahas daripada Gorontalo.

"Coba lihat Gorontalo, tanah kita (Humbahas) satu setengah kali lipat lebih tinggi daripada provinsi tersebut, namun dari jagung mereka bisa mendapatkan keuntungan miliaran rupiah," terangnya. 

Tak tanggung-tanggung Dosmar melalui Pemkab Humbahas telah bekerjasama dengan 3 perusahaan swasta raksasa dan dapat menjamin harga jagung tertinggi di Kabupaten lain di Sumatera Utara (Sumut) dan akan menampung hasil pertanaman jagung ini. Di antaranya adalah Indofood yang merupakan perusahaan makanan yang telah melanglang buana di negeri ini. 

"Kita juga telah bekerjasama dengan 3 perusahaan swasta untuk menampung dan menjamini harga jagung di atas Rp 3.000 per kilogramnya. Coba ditanya harga jagung di Kabupaten lain di Sumut ini tidak ada yang paling tinggi dari kita. Usai acara ini perwakilan Indofood akan hadir dan rapat dengan kita," jelas Dosmar. 

Menurutnya, demi kesejahteraan masyarakat, dirinya lebih baik dianggap Bupati 'Jagung' daripada Bupati 'Lappet'.

"Jadi biar aja dikatakan Bupati Jagung daripada Bupati Lappet, asalkan kita bisa mensejahterakan masyarakat melalui program ini," ujarnya. 

Penulis: trendy. Editor: aan.