Tobasa, hetanews.com - Bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) diminta waspada atas peredaran uang palsu (upal).

Pasalnya, upal itu diduga sudah banyak beredar seperti saat ini. Seperti yang terjadi di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa dengan modus membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) ketengan atau eceran.

Ini sesuai postingan salah seorang Kecamatan Laguboti dengan akun Sibotolungun Doauinong Dingoluku di dinding Facebook (FB) nya yang diposting Rabu (11/4/2018).

"Uang PALSU sudah beredar di kab. Tobasa. Ibu saya jadi korban penipuan orang yg tak dikenal. Tepatnya tadi malan sekitar jam 21:00wib, datang seorang pria menghampiri warung  orang tua saya membeli bensin dan rokok dgn uang Rp800.000.(8lmbr ung seratus ribu) Setalah selesai membayar, pria trsebut menyodorkan 2 lembar lgi uang seratus ribu utk ditukarkan dgn 4lembar uang 50ribu. Tanpa curiga org tua sya menukarkannya. Lalu sipria gempal yg menggunakan jeket itu pun pergi dgn mengendarai sepda motor berjenis bebek.

Postingan akun Sibotolungun Doauinong Dingoluku terkait peredaran uang palsu.

Kesok harinya (tdi jam 10 pagi) orang tua saya memberi uang trsbut ke kakak saya untuk berbelanja rokok keperluan jualan nya. Saat kakak saya menerima uang tersebut, begitu terkejutnya dia melihat 10lembr uang seratus ribu itu ternyata palsu.

Saat saya menulis berita ini saya hendak menuju kerumah kepala desa agar kiranya kepala desa mendampingi kami untuk melaporkan kasus ini ke polsek laguboti.

All berhati hatilah saat menerima uang dri siapapun.. Cek keaslian uang teraebut dgn benar, jgn sampai ada korban lagi...

Slahkan di share utk membantu teman2 kita yg lain agar selalu berhati hati," tulisnya.

Postingan akun Sibotolungun Doauinong Dingoluku terkait peredaran uang palsu.

Ketika dikonfirmasi Kapolsek Laguboti AKP Bazoka R, Kamis (12/4/2018) mengaku sudah mengetahui postingan kejadian itu. Namun menurutnya, korban belum datang ke Polsek Laguboti untuk membuat pengaduan.

"Kita harapkan epada masyarakat di manapun berada supaya lebih berhati-hati terkait upal ini dan lebih teliti," ujar Bazoka.