HETANEWS.COM

Minim Perhatian, Akses Jalan Menuju Tiga Desa Rusak Parah

Kondisi jalan ke Desa Kabung yang digenangi air. (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Desa Kabung, Siberteng dan Penampen, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo merupakan sentra tanaman kopi, jeruk dan sayur mayor, namun warga mengeluhkan jalan poros penghubung antar desa dan kecamatan rusak parah.

Jika musim penghujan, badan jalan dipenuhi dengan lumpur dan genangan air.

Kondisi jalan yang berlubang-lubang dengan kedalaman 10-15 cm, bukan saja menghambat perekonomian masyarakat. Namun sangat membahayakan para pengendara mobil dan sepeda motor. Bahkan mempengaruhi anak-anak yang masih bersekolah. Setiap hari mereka harus cepat bangun agar tidak terlambat.

“Kalau gak cepat bangun, pasti anak saya terlambat karena kondisi jalan yang berlubang-lubang. Kendaraan seperti angkutan umum yang melintas harus ekstra hati-hati, apalagi para penumpang yang berada dalam angkutan desa. Selalu mengeluh, badannya sering terantuk didinding besi,” ujar salah seorang warga yang mengaku bermarga Barus kepada wartawan, Rabu (11/4/2018).

Dikatakannya, akses jalan yang rusak parah mulai dari Simpang Desa Tanjung Barus-Kabung-Siberteng dan Desa Penampen. Kerusakan badan jalan itu dikarenakan termakan usia.

Sejak dibangun 3 tahun yang lalu, tidak pernah diperbaiki maupun dilakukan peningkatan jalan.  

“Kita selalu membayar pajak bumi dan bangunan, itu pun gak pernah telat. Kenapa hingga sekarang tak ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah. Masyarakat di sini jangan dianaktirikan pemerintah, sementara retribusi masuk ke pasar tradisional untuk membawa hasil pertanian itupun kita bayar,” ujarnya diamini warga lainnya, bermarga Ginting dan Sembiring.

Hal senada juga dikatakan salah seorang supir angkutan pedesaan, R Barus (30).

Ia mengaku kesal dengan kondisi jalan yang rusak parah. Karena setiap kali melintas di jalan tersebut, angkutan umum miliknya sering mengalami kerusakan. Selain itu, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dinaikan pemerintah sangat berpengaruh dengan harga onderdil. Tetapi ongkos angkutan hasil pertanian para petani belum bisa dinaikkan.

“BBM naik, sparepart juga ikut. Sedangkan ongkos hasil pertanian warga desa belum bisa dinaikkan. Jadi diharapkan agar pemerintah memberikan perhatian kepada kami selaku warga Karo. Pak Bupati juga harus turun ke desa untuk melihat kondisi jalan yang menuju desa,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karo, Paten Purba saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, kerusakan jalan dari Simpang Desa Tanjung Barus menuju Desa Kabung sudah diidentifikasi.

“Sudah dimasukan anggaran pembangunnya pada APBD 2018, jika dananya tidak cukup, maka diupayakan pembangunannya melalui P-APBD 2018,” sebutnya.

Penulis: charles. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengaktivasi langganan!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengaktivasi langganan!