Simalungun, hetanews.com- Satu buah mortir yang ditemukan seorang nelayan, di perairan Danau Toba akan diserahkan ke Peralatan Daerah Mileter (Paldam) Siantar.

Demikian disampaikan Serka T Sinurat kepada awak media, Selasa (10/4/2018).

Sebelumnya, Serka T Sinurat, menerima laporan dari seorang nelayan, warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Parapat yang pertama kali menemukan mortir itu dari perairan Danau Toba. Nelayan tersebut bernama Janiel Sinurat (38).

"Penemuan tersebut  pertama kali didapat oleh warga yang pekerjaannya sebagai nelayan. Mortir tersebut akan kita serahkan ke Paldam Siantar,"kata Serka T Sinurat kepada awak media.

Mortir yang ditemukan dengan kondisi berkarat itu, seberat 3-4 kilogram dengan panjang 40 cm.

Mortir tersebut diketahui masih aktif dikarenakan posisi sumbu peledaknya masih dalam keadaan utuh. Diperkirakan, mortir tersebut sudah lama berada di perairan danau, sehingga mengikabatkan permukaanya berkarat dan sulit diketahui jenisnya.

Mortir yang ditemukan seorang nelayan, di perairan Danau Toba Pesanggrahan, Parapat. (foto/hug)

Mortir ditemukan oleh Janiel saat hendak menarik jala ikan yang telah dipasangnya di danau. Warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon itu awalnya merasa kewalahan saat menarik jala yang dipasangnya dikawasan perairan pantai Pesanggrahan, Kelurahan Tiga Raja.

Karena khawatir jala (perangkap ikan) sangkut, Janiel pun menyelam dan akhirnya menemukan mortir tersebut dalam posisi tersangkut. Penemuan senjata artileri itu pun langsung dilaporkan ke Komando Rayon Militer II Parapat, Komando Distrik Militer 0207 Simalungun.

Baca Juga: Penjala Ikan Temukan Granat di Danau Toba

Terpisah, Kapolsek Parapat, Raymond Hutagalung, menghimbau masyarakat agar tidak menyalah gunakan benda - benda sejenis senjata artileri.

"Bila ada masyarakat mendapatkan barang seperti itu, segera dilaporkan. Jangan dijadikan atau dijual sebagai barang bekas, atau koleksi barang langka. Karena jika barang seperti itu dikhawatirkan masih aktif. Jika diotak atik dapat meledak,"pungkasnya.