Sun 22 Jul 2018

Marquez Vs Rossi - Dani Pedrosa Angkat Bicara, Ini Komentar Pedasnya Untuk Penyelenggara MotoGP

Insiden Marc Marquez vs Valentino Rossi di MotoGP Argentina (foto/twitter)

Argentina, hetanews.com - Polemik MotoGP Argentina 2018 berlanjut. Setelah perseteruan Marc Marquez dan Valentino Rossi, kini muncul lagi protes dari pebalap Honda Dani Pedrosa.

Ya, Menurut pebalap Honda, Dani Pedrosa, race direction tak hanya menjadi pengadil di sirkuit balap MotoGP.

Mereka juga memiliki tanggung jawab mengenai keselamatan semua orang yang berada di sirkuit.

Bukan hanya Marc Marquez yang terlibat insiden yang berakibat jatuhnya pebalap lain. Johann Zarco pun mengalami kejadian yang sama.

 

 

Di lap pertama, Zarco melakukan pergerakan yang sama seperti Marquez, dan pergerakan tersebut berakibat cedera bagi Dani Pedrosa.

Saat pebalap asal Prancis tersebut masuk dari sisi dalam, Pedrosa hanya bisa melebar dan membukakan jalan untuk lawannya.

Nahas, pebalap asal Spanyol itu meluncur di atas aspal basah nan licin yang menyebabkan dirinya mengalami highside (terpelanting di udara).

Pendaratannya tampak sungguh keras dan Pedrosa jatuh dengan pergelangannya terlebih dahulu. Meski tidak terlihat patah, suasana hati pebalap tim Honda ini tidak bisa diperbaiki.

"Saya tidak bisa bicara banyak tentang balapannya, saya pikir kami bekerja dengan baik pekan ini dan saya berkendara dengan baik. Tetapi saya finis sebelum lap pertama berakhir," kata Pedrosa dikutip Bolasport.com dari GPone.

Lalu tanpa menyebutkan nama, Pedrosa mengacu pada Zarco dan pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan balapan berjalan dengan baik dan bersih.

"Seharusnya race direction menjaga keamanan semua pebalap. Tangan saya sangat sakit dan tidak akan menjalani uji coba di Barcelona besok," ucap pebalap tim Honda ini.

Sebelumnya, Valetino Rossi mulai terusik dengan hadirnya sosok 'alien' bernama Marc Marquez.

Marc Marquez kini telah mengoleksi enam gelar juara dunia pada semua kelas yang hampir mendekati torehan Valentino Rossi, kolektor gelar 10 juara dunia.

Marquez yang dijuluki sebagai The Baby Alien itu tercatat menjuarai ajang GP125 dan Moto2 masing-masing sekali dan juga empat kali juara dunia di kelas MotoGP.

Hal tersebut dapat menandakan dominasi Valentino Rossi mulai terpatahkan semenjak kehadiran sosok Marc Marquez.

Bahkan, keduanya pun sempat beberapa kali terlibat insiden yang mengundang perhatian dunia. Salah satu insiden yang paling membekas tentu saja terjadi saat gelaran GP Malaysia musim 2015.

Saat itu Rossi yang mencoba mengejar Marquez terlihat melakukan "tendangan" ke arah rivalnya itu yang menyebabkannya terjatuh.

Pada musim itu, Marc Marquez dan Valentino Rossi memang terlibat persaingan dalam perebutan gelar juara dunia, meskipun pada akhirnya gelar itu dimenangi oleh Jorge Lorenzo.

Selain insiden di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 2015 tersebut, ada pula insiden Rossi dan Marquez yang terjadi di GP Argetina 2015.

Saat itu keduanya sempat terlibat pergulatan sengit di tengah lintasan yang membuat Marquez terjatuh sementara Rossi mampu melanjutkan balapan.

Tiga tahun berselang, konflik panas antara Marc Marquez dan Valentino Rossi kembali terjadi di arena lomba yang sama.

Rossi dan Marquez terlibat senggolan saat tampil pada balapan MotoGP yang digelar di Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu (8/4/2018).

Saat balapan yang menyisakan empat putaran, keduanya terlihat bersenggolan di tikungan dan menyebabkan Rossi terjatuh sementara Marquez mampu melanjutkan balapan.

Rossi yang terjatuh pun tampak tak terima, namun kemudian tetap berusaha membangunkan motornya untuk melanjutkan balapan hingga akhirnya finis di urutan ke-19.

Setelah balapan GP Argentina selesai, Marquez pun menghampiri paddock tim Movistar Yamaha.

Namun pebalap asal Spayol itu mendapatkan usiran dari kru tim Valentino Rossi sehingga belum sempat bertemu dengan Sang Raja MotoGP itu. Kemudian terungkap alasan pengusiran Marquez dari paddocktim Movistar Yamaha.

Dikutip dari GPone.com, Valentino Rossi mengatakan hal ini.

"Dia datang untuk meminta maaf bersama dengan Alberto Puig di depan kamera," kata Valentino Rossi.

"Tapi mereka hanya melakukan public relations, hanya itu yang menarik perhatiannya, dia tidak peduli pada orang lain," tambahnya dengan geram.

Pebalap yang berjulukan The Doctor itu masih tampak marah dengan kejadian di trek Termas de Rio Hondo.

"Dia tidak punya keberanian untuk datang sendirian ke kantorku, dia tidak tulus," tegas Valentino Rossi.

"Tentu aku akan menerima kedatangan Marquez, itu pernah terjadi padaku dengan (Casey) Stoner," ujarnya dengan kesal.

Sebuah komentar atas insiden antara Marquez dan Rossi datang dari mantan pebalap MotoGP, James Toseland.

Pebalap asal Inggris tersebut ikut memberikan pendapatnya mengenai insiden tersebut.

Menurut Toseland, sikap yang ditunjukkan Marquez saat menjalani balapan tersebut menunjukkan bahwa sang pebalap kurang menghormati rivalnya.

Saat bertarung dengan Rossi untuk posisi keenam, Marquez membuat manuver secara agresif di tikungan 13.

Pergerakan Marquez tersebut mendorong Rossi keluar trek hingga The Doctor terjatuh akibat ban motornya menyentuh bagian rerumputan di pinggir trek.

"Ada tikungan disana yang basah, dan itu tikungan terakhir kedua sebelum garis finis," kata Toseland dikutip Motorsport.

Toseland menjelaskan bahwa tikungan tersebut memang salah satu area strategis bagi pebalap untuk menyalip. Namun bagi pebalap MotoGP di tahun 2008 tersebut, aksi yang dilakukan Marquez sedikit berlebihan.

Menurutnya, hal itu disebabkan karena Marquez merasa punya kelebihan dibandingkan pebalap lain.

"Saya pikir dia menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pebalap lainnya (karena hal tersebut)," ujar Toseland menambahkan.

Race Director akhirnya memberikan hukuman penalti 30 detik kepada Marc Marquez akibat aksi ugal-ugalannya tersebut.

Marc Marquez yang semula finis di posisi kelima harus rela kembali terlempar ke urutan belakang.

The Baby Alien dinyatakan finis di posisi ke-18 pada balapan tersebut dan tepat berada satu setrip di atas Valentino Rossi.

 

 

 

sumber : tribunnews.com



 





 

Penulis: -. Editor: Sella.