HETANEWS

Gadis Berbuat Asusila Dijemput Keluarganya Justru Disembunyikan di Rumah Warga Gurilla

Foto Fitria bersama pacarnya yang diberikan pihak keluarga perempuan.

Siantar, hetanews.com - Berniat menjemput anak gadisnya yang telah berbuat asusila sehingga berbadan dua, justru pihak keluarga dihalang-halangi.

Bahkan gadis bernama Fitri Handayani Harahap sempat disembunyikan di salah satu rumah warga.

Hal ini dikatakan Agus Harahap selaku abang kandung dari Fitri, saat mendampingi orang tuanya untuk menjemput adiknya di Blok 9 (Blok Songo), Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Minggu (8/4/2018) sore.

Agus menuturkan, kedatangan mereka bersama personil Polsek Siantar Martoba untuk menjemput adiknya. Namun sesampainya di sana, justru Fitri sempat disembunyikan di rumah Elpi Purba . Karena diminta pihak Kepolisian, akhirnya Fitri keluar dari rumah itu.

"Awalnya, keluarga laki-laki yang katanya pacar adik saya, Jufrindho Purba mengatakan dia (Fitri) tidak ada. Namun setelah polisi menanyakan, akhirnya adik saya dikeluarkan. Anehnya warga di sana justru terkesan menghalangi-halangi. Bahkan Lurah nya pun malah berpihak, bukannya meminta agar adik saya pulang ikut orang tuanya," papar Agus.

Menurutnya, ada ketakutan setelah adiknya yang bekerja sebagai guru agama di Sekolah Dasar (SD) Jalan Sorgum, Kecamatan Siantar Utara itu melihat kedatangan keluarganya. Bahkan ada kejanggalan, karena saat adiknya diajak pulang oleh orang tuanya justru menolak. 

"Kami menilai sepertinya ada pemaksaan terhadap adik saya. Karena keluarga si laki-laki tetap menahan adik saya. Katanya pacarnya mau bertanggung jawab jika adik saya mengikuti agamanya. Sementara kedatangan kami bersama orang tua hanya ingin melindunginya," papar Agus.

Pria yang tinggal di Kerinci, Riau ini menuturkan, orang tua mereka mempertanyakan apakah salah mempertahankan anak gadinya yang sudah berbuat asusila, namun keluarga si laki-laki tetap menampungnya dan melarang membawa pulang. Sementara orang tuanya tidak akan menuntut pihak yang melakukan asusila terhadap anak mereka. 

"Kami keluarga tetap tak merestui hubungan keduanya. Apabila terjadi pernikahan oleh pihak-pihak lain, maka kami akan melaporkan ke proses hukum, karena tanpa ada restu atau persetujuan orang tua kandung," tandasnya

Dirinya juga menyesalkan sikap Lurah yang justru melindung ada warganya menyembunyikan orang yang berbuat asusila. Bahkan Lurah mempertahankan dan menyarankan agar adiknya tetap tinggal di daerah itu.

Terkait hal ini, Agus berharap agar peristiwa yang mereka alami menjadi perhatian dari Komisi Nasional Perlindungan Perempuan (Komnas Perempuan) maupun elemen masyarakat lainnya agar kejadian yang sama tidak terulang kembali di kemudian hari.

Penulis: tim. Editor: aan.