Mon 23 Jul 2018

Tanaman Padi Rusak di Sigaol Timur, Ini Harapan Petani pada Pemkab Tobasa

Lokasi persawahan yang diserang hama. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com - Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), mayoritas penduduknya bertani, sehingga sudah seharusnya Pemkab setempat, melalui Dinas Perikanan dan Pertanian, lebih ekstra dalam menangani pertanian. 

Seperti di Sigaol Timur, warga petani terancam gagal panen, karena diserang hama.

“Tanaman terkena hama dan sudah disemprot dengan herbisida tapi tak kunjung berhasil,” ungkap marga Butar-Butar, warga Desa Sigaol Timur, Minggu (8/4/2018). 

Dia pun mengungkapkan kekesalannya. Selama 6 tahun lebih mereka bersabar dengan hasil padi yang tidak memuaskan dan yang lebih parah lagi, saat ini hampir 5 rante padi yang ditanam mati muda.

"Saya sudah bingung dengan penyakit padi tersebut,” ujarnya, sambil menunjuk sawah yang padinya mati. 

Baca Juga : Prihatin, Warga Petani Lumban Julu Kesulitan Mendapat Pupuk

Pihaknya menyesalkan, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Uluan tidak sekalipun turun ke lapangan agar permasalahan yang mereka hadapi dapat teratasi.

"Apa sebenarnya penyakit padi yang kami tanam, sehingga mati muda. Sebab pihak Dinas Pertanian lebih paham terhadap hama tanaman, kata Butar-Butar.

Lanjutnya, warga Sigaol Timur berharap dengan pemberitaan ini, pihak PPL Kecamatan Uluan, bahkan jika perlu Pemkab Tobada melalui Dinas Pertanian, turun langsung ke lapangan, sehingga penyakit (hama) yang menyerang tanaman padi dapat diatasi dengan adanya penelitian.

Penulis: frengki. Editor: gun.