HETANEWS

KKR Paskah Bethany TOPC Hadirkan Pdt KAM Jusuf Rony

Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) 'Tanah Karo Tanah Injil' di Gereja Bethany Top Of Prise Church (TOPC) Kabanjahe, Jalan Jamin Ginting, Gang Gelombang Ketaren, Minggu (8/4/2018). (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Perayaan paskah sebagai bentuk memperingati wafatnya Yesus Kristus di Kayu Salib melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) 'Tanah Karo Tanah Injil' di Gereja Bethany Top Of Prise Church (TOPC) Kabanjahe, Jalan Jamin Ginting, Gg Gelombang Ketaren, Minggu (8/4/2018), berjalan hikmat dan lancar.

Ribuan umat gereja yang rindu akan belaian kasih Tuhan Yesus, menghadiri KKR Paskah selama 2 hari, Sabtu-Minggu (7-8/4/2018).

Di hari pertama dalam khotbah yang dipimpin Pdt KAM Jusuf Rony menyatakan, pekerjaan Tuhan Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia telah selesai. Menurutnya, Tuhan ingin manusia menerima karya penebusan, supaya dosa tidak berkuasa lagi atas manusia.

Seperti yang dialami perempuan yang kedapatan berzinah  yang diambil dari Kitab Yohanes 8:2-11 dan ibadah KKR hari kedua diambil dari Kitab Matius 14:22-33 'Yesus berjalan di atas air'.      

"Kejadian ini berlangsung, ketika Tuhan Yesus mengajar di Bait Allah. Ahli-ahli taurat dan Farisi mencari Tuhan Yesus. Niat mereka adalah untuk mencobai/menjebak Yesus. Pokok pencobaan itu dasarnya adalah bagaiman Tuhan Yesus memandang segala perintah yang tertulis pada taurat Musa," ujarnya dalam khotabahnya.

Para pemimpin agama itu mencari kasus yang kira-kira mencolok mata, apakah Tuhan Yesus akan mempersalahkan perempuan yang berzinah dan membiarkan ia dihukum rajam sesuai hukum taurat. Apabila Tuhan Yesus berbuat demikian, maka Ia akan dipersalahkan oleh penguasa sipil (Romawi).

Sementara pada khotbah KKR di hari kedua, diambil dari Kitab Matius 14:22-33 'Yesus berjalan di atas air'. Yesus mengajarkan manusia agar siap berjalan diatas masalah. Selama manusia hidup dalam dunia, manusia tidak pernah lepas dari yang namanya masalah. Masalah merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Suka ataupun tidak, setiap manusia harus menghadapi masalah tersebut.

"Kapan dan dimana saja masalah itu datang menghadang kehidupan kita. Tidak memandang usia (tua atau muda), maupun status entah itu kaya atau miskin. Kadang kala masalah itu datang dengan tiba-tiba tanpa kita harapkan. Bahkan kadang kala masalah itu datang bertubi-tubi dalam kehidupan. Setiap manusia pasti tidak menginginkan masalah terjadi dalam kehidupannya. Begitu masalah menerpa, membuat manusia menjadi bingung, stress (tertekan), serta gelisah. Bahkan  tidak sedikit pula yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Jusuf Rony, bagaimana caranya dapat berjalan di atas masalah? Juga berjalan dalam ketaatan, memiliki kehidupan doa, bertindak dengan iman dan fokus serta setia menyembah Tuhan Yesus.

"Saya percaya umat kristiani di Tanah Karo akan fokus  menyembah Tuhan agar Sinabung juga dapat berhenti erupsi. Tanah Karo akan dipulihkan dan Tanah Karo Tanah Injil," tutupnya disambung dengan doa yang dibawakan Ps. Anton Tarigan, pimpinan Gereja Bethany TOPC.

Ibadah KKR tersebut dirangkai dengan pemakaian Uis Gara (Bekah Buluh) kepada Pdt KAM Jusuf Rony oleh perwakilan Bupati Karo, Agustin Pandia, Kepala BNNK Karo, Heppy Karo-Jaro, Kepala BKAG, para pimpinan gereja di Karo, diantaranya, Pdt Masada Sinukaban dan Pdt Andi Sastra Ginting dan lainnya.

Penulis: charles. Editor: gun.