Mon 15 Oct 2018

Prihatin, Warga Petani Lumban Julu Kesulitan Mendapatkan Pupuk

Kondisi persawahan masyarakat kecamatan Lumban Julu. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com - Warga petani di Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), kesulitan mendapat pupuk.

Sementara tanaman padi saat ini yang sudah berumur 30, bahkan 40 hari sangat perlu dipupuk.

Tiga toko pupuk sebagai distributor pupuk, di kecamatan itu, menyebutkan, bahwa pasokan pupuk kimia, yakni, Urea, SS dan ZA terbatas.

"Biasanya pupuk bersubsidi sudah turun sebelum musim memupuk padi. Rntah kenapa kali ini belum turun juga," kata Boru Manurung, salah seorang agen pupuk UD Hinsa, di Desa Aek Natolu Jaya, Kecamatan Lumbanjulu, kemarin.

Kepala Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan, A Sianipar, mengakui keterlambatan penyediaan pupuk bersubsidi. 

Hal itu disebabkan atas keterlambatan pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) oleh kelompok tani, sebagaimana RDKK adalah bentuk pengajuan pupuk bersubsidi bagi masyarakat. Seharusnya RDKK diajukan 1 bulan lamanya sebelum musim pemupukan.

"RDKK sudah kita ajukan ke Balige, mudah-mudahan secepatnya bisa turun agar petani tidak terlambat memupuk padi dan tanaman lainnya," katanya.

Sianipar menurutkan, aebanyak 171 hektar luas potensi tanaman padi sudah mereka data. "Nanti jika pupuk sudah turun kita akan beritahu masyarakat melalui Pemerintah Desa dan para ketua kelompok tani (poktan)," kata Sianipar. 

Menyikapi kondisi ini, sejumlah petani memilih membiarkan padi begitu saja dan memilih untuk menggunakan pupuk apa adanya. 

"Apa boleh buat, ini sudah takdir, daripada nantinya padi tidak berhasil, lebih baik meminjam uang dulu dari orang kaya untuk membeli pupuk walaupun harganya cukup mahal. Asal padinya berhasil kelak jika berbuah maka kami punya beras untuk dimasak dihari esok," sebut salah satu petani, Arihon Sirait alias Ama Chelsea.

Penulis: frengki. Editor: gun.