Tebingtinggi, hetanews.com - Pemko Tebingtinggi isi panggung terbuka keong Peka Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 47, Jumat malam (6/4/2018) lalu.

Kemilau seni budaya Tebingtinggi tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota, Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dan FKPD serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan, letak posisi Tebingtinggi sangat strategis sebagai kota segi tiga emas dan menjadi daya tarik tersendiri di Provinsi Sumatera Utara 

"Apalagi, Tebingtinggi merupakan salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera dengan adanya pelabuhan internasional Kuala Tanjung dan proyek Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Sei Mangkei dan beroperasinya jalan tol Kuala Namu Tebingtinggi, menjadikan kota Tebingtinggi semakin terbuka," kata Umar.

Tebingtinggi, lanjutnya, kedepannya diprogramkan sebagai kota jasa untuk memberikan dukungan terhadap dampak dari beroperasinya proyek-proyek nasional, seperti jasa perdagangan dan jasa pelayanan kesehatan.

Pagelaran seni budaya Tebingtinggi di PRSU ke 47. (foto/ver)

Selain hal tersebut, pengembangan seni budaya yang berbagai etnis yang merupakan bagian dari warga Kota Tebingtinggi yang dikenal heterogen.

"Demikian juga pengembangan wisata air dengan memanfaatkan Sei Padang dan Bendungan Bajayu juga sudah masuk dalam program nasional," ujarnya.

Wali Kota berharap, pagelaran yang ditampilkan dalam PRSU ini dapat dijadikan ajang promosi bagi Tebingtinggi, terutama produk-produk lokal.

Sebelum pargelaran dimulai, Wali Kota mengajukan beberapa quisoner untuk para pengunjung dengan hadiah yang diberikan PT Bank Sumut Tebingtinggi.

Salah satu pertanyaan yang disampaikan Wali Kota, siapa orang nama orang tua Gubernur Sumut, Teku Erry Nuradi dan dijawab dengan tepat oleh salah seorang warga Medan.

Tebingtinggi dalam kemilau seni budaya itu, menampilkan drama musikal dan tari-tarian serta lagu yang dilakoni para pelajar, di bawah koordinator Dinas Pendidikan (Disdik).