HETANEWS

Gumaran Marbun, Balita Polos Itu Akhirnya Menghadap Sang Pencipta

Pemakaman Gumaran Marbun, bocah penderita tumor. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com - Gumaran Saputra Marbun, balita 3 tahun yang menderita penyakit tumor pada mata kirinya, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit (RS) Adam Malik Medan, kemarin.

Gumaran meninggal pada pukul 15.00 WIB kemarin, dikebumikan di Jalan Sawah III, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun sekira pukul 11.00 WIB, Kamis (5/4/2018).

Ibunda Gumaran, Tiarma Mariani Boru Gultom terlihat begitu terpukul atas kepergian buah hati yang paling ia sayangi itu.

Kesedihan Tiarma seolah tak berpenghujung, ketika ayahanda Gumaran, A Marbun hingga hari ini tidak diketahui keberadaannya.

Bahkan, sampai Gumaran dikebumikan, A Marbun juga tidak tampak hadir dalam suasana duka itu.

Tiarma menuturkan, telah mengikhlaskan kepergian Gumaran dan masih mengharapkan A Marbun untuk menemui dirinya.

Foto Gumaran semasa hidupnya. (foto/noto)

"Sampai hari ini belum ada datang ayahnya Gumaran, katanya dia di Jalan Bali, Kota Siantar sekarang tinggalnya, tolong beritahu dia ya ito (adik), kalau Gumaran anaknya sudah meninggal," tutur Tiarma bernada lirih.

Diberitakan sebelumnya, Gumaran merupakan anak dari pasangan suami istri (pasutri) Tiarma Mariani Gultom dan A Marbun menderita tumor mata dan beberapa kali mendapat perawatan dari pihak medis melalui pelayanan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Bayi Gumaran Terkena Tumor Mata, Sang Ibu Harapkan Bantuan Pemkab Simalungun

Dalam kondisi yang sulit, Tiarma yang memiliki 3 orang anak harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bekerja sebagai buruh cuci. Ini dikarenakan sang suami memilih pergi dan menikah lagi dengan seorang perempuan berstatus janda asal Tigaras.

Gumaran semasa hidup berjuang melawan penyakit tumor yang dideritanya. Meskipun beberapa kali mendapat perawatan medis, namun kondisi Gumaran tak kunjung membaik. Kondisi ekonomi yang sulit, membuat Tiarma tidak dapat berbuat banyak.

Tiarma mengatakan, 1 minggu di masa kritisnya, anak laki-laki satu-satunya itu kerap memanggil nama ayahnya sambil menangis menahan sakit pada mata kirinya. Namun apa daya takdir berkata lain, kini bayi polos yang dikenal manja kepada ibunya itu telah menghadap sang Pencipta.

Selamat Jalan Gumaran Saputra Marbun.

Penulis: tim. Editor: aan.