Tobasa, hetanews.com- Proyek Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Samosir  (Tobasa) Tahun Anggaran 2017 yakni. pekerjaan penataan Taman Kawasan DTW, di Pantai Parparean II yang menelan dana Rp 520.810.000 dengan sumber dana DAK TA 2017 yang dikerjakan CV Beta Hamu.

Dan pekerjaan pembuatan jalur pejalan kaki/jalan setapak/jalan dalam kawasan, broadwalk, pedestrian dan tempat parkir, di Pantai Parparean II dengan nilai proyek Rp, 784.392.898 yang dikerjakan CV Dragon West.

Kedua proyek tersebut berlokasi di Desa Patane II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa dan berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan 

Proyek yang selesai dikerjakan pada bulan Januari 2018 tersebut, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Pantauan awak media, Selasa (3/4/2018), di lapangan, kondisi taman sudah tergenang air Danau Toba. Demikian juga pedestrian yang diperuntukkan untuk pejalan kaki, kondisinya sebahagian sudah tergenang air Danau Toba.

Tinanbunan, seorang pengunjung lokasi wisata yang datang dari luar Tobasa, bersama keluarga mengatakan, merasa sangat kecewa melihat kondisi lokasi wisata yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan. Namun kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan sepertinya dibangun terlalu dekat ke danau.

"Masa tidak diperhitungkan kenaikan air Danau Toba yang sudah sering terjadi. Saya sangat kecewa karena yang katanya pantai Pasir Putih, ternyata sudah tidak ada pantainya karena ditutupi bangunan -bangunan beton yang seharusnya dihindari," ujarnya kecewa sambil menunjuk ke arah kolam-kolam yang terbentuk secara tidak sengaja yang seharusnya merupakan taman-taman yang sudah digenangi air danau.

Terpisah, marga Sitorus yang memiliki usaha warung makanan, di sekitar lokasi wisata itu juga mengungkapkan kekecewaannya.

“Kami sangat kecewa atas hasil kinerja Pemkab Tobasa, khususnya hasil kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang tidak memiliki analisa dan perencanaan jangka panjang. Seakan hanya membangun asal jadi, padahal proyek ini sudah menghabiskan milyliaran rupiah tapi hasilnya seperti itulah, mulai tenggelam bahkan taman - tamannya sudah tak terlihat lagi karena dipenuhi air danau. Karena tingginya sudah sama dengan permukaan danau,” ujarnya kecewa.