HETANEWS

Pengedar 8,22 Gram Sabu Diancam 11 Tahun Bui

Terdakwa ikuti sidang di PN Simalungun. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Lidya Panjaitan menuntut terdakwa Bayu Prasetya (26), warga  Lingkungan IV Marihat Tongah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun dengan pidana penjara selama 11 tahun denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (3/4/2018).   

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa telah terbukti mengedarkan sabu dan dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang tanpa hak menjadi perantara, penjual dan memiliki narkotika golongan I. Terdakwa terbukti telah menjual 5 gram sabu kepada Zen Fahri Harahap (terdakwa terpisah).

Sesuai fakta hukum yang treungkap di persidangan, terdakwa ditangkap, pada Senin, 14 Agustus 2017, sekira pukul 20.30 WIB, berdasarkan pengembangan setelah tertangkapnya Zen Fahri Harahap yang mengakui kepada polisi kalau sabu yang ada pada Zen, baru saja ia beli dari terdakwa Batu Prasetya seharga Rp 100 ribu.      

Lalu polisi segera melakukan pengejaran terhadap Bayu dan terdakwa ditangkap anggota polisi, di belakang rumah Nini, di Nagori Bandar Selamat, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Dari dalam helm milik Bayu, polisi menemukan 8,22 gram sabu yang dibungkus dalam pastik bening ukuran besar.

Selain sabu, polisi juga menemukan 2 buah mancis, satu timbangan digital dan 3 buah sendok bentuk sekop dari bahan plastik.

Pengakuan Bayu, sabu seberat itu dibelinya dari Sudra (DPO), seharga Rp 5 juta.

Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun, Wayan Misran, M Yunus Manurung dan Anggi Afrianes yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa tersebut segera menyerahkan terdakwa ke Polres Simalungun, bersama barang bukti.

Terdakwa mengakui, kalau sebanyak itu bukan hanya miliknya tetapi juga milik Eko alias Bogel (GPO). "Sabu milik saya hanya dua gram bu hakim," sebut Bayu dalam sidang sebelumnya.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba secara lisan memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim, Rozyanti, Justiar Ronald dan Hendrawan Nainggolan.

Untuk pembacaan putusan, persidangan ditunda hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.