Siantar, hetanews.com - Pernyataan JR Saragih yang meminta para pendukung dan relawan agar mendukung serta memenangkan pasangan calon (paslon) Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) dinilai bukan hal yang bijak.

"Seharusnya JR Saragih bersikap netral dan memberikan kebebasan kepada para pendukungnya. Bukan malah mengarahkan untuk memilih pasangan tertentu," tukas salah satu Pejuang JR, Jerry Sigumonrong, Selasa (3/4/2018).

Menurut Jerry, langkah JR Saragih dinilai kurang tepat dan malah menimbulkan resiko. Pria yang aktif di sosial media (sosmed) itu menyayangkan pernyataan JR Saragih karena terkesan di bawah tekanan.

"Tidak perlu menyatakan sikap melalui media, seolah-olah ada indikasi yang tidak baik akibat pernyataan tersebut," papar Jerry.

Dia menegaskan, akibat pernyataan JR Saragih itu membuat para pendukung Semangat Baru Sumut (SBS) menjadi pecah dan tak bisa disatukan lagi.

Menurutnya, ini akibat dari pembullyan dari mereka yang mengaku pendukung Djoss yang selama ini mengumbar-umbar kekurangan JR Saragih selama menjadi Bupati Simalungun.

"Ini justru kami sekarang malah diajak untuk mendukung Djoss. Kami berasumsi ada yang tak beres dibalik pernyataan dari JR Saragih. Karena ada tersiar kabar bahwa langkah ini demi amannya beliau. Pertanyaannya aman dari apa?," tukas Jerry.

Dirinya justru mempertanyakan, apakah karena mendukung Djoss sudah pasti aman dan siapa yang bisa menggaransi hal itu.

"Semua kita mengaku bahwa ini adalah politik dan bisa terjadi seperti di luar dugaan. Jadi menurut saya langkah JR Saragih itu sangat beresiko bukannya aman," papar Jerry mengakhiri.