HETANEWS

Jaksa Tuntut Bupati Nonaktif Batubara 8 Tahun Penjara

OK Arya saat menjalani sidang tuntutan (Foto: Wahyudi Aulia/Okezone)

Medan, hetanews.com - Bupati Nonaktif Kabupaten Batubara, OK Arya Zulkarnain, dituntut dengan hukuman penjara selama 8 tahun.

Ia juga dituntut dengan pidana denda senilai Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Tuntutan terhadap Bupati OK Arya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Yunarwanto, dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo, di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (2/4/2018).

Jaksa Wawan mengatakan, perbuatan OK Arya telah melanggar ketentuan pada Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam kasus tersebut, salah seorang anak buah Bupati OK Arya, yakni Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Herdadi juga ikut didakwa bersama OK Arya. Namun Helman hanya dituntut dengan hukuman penjara 7 tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Usai mendengar tuntutan jaksa, hakim kemudian menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengar nota pembelaan (pleidoi) terdakwa.

sumber: okezone.com

Editor: aan.