Simalungun, hetanews.com - Seorang oknum PNS, Helarius Gultom alias Pak Edu (55), warga Huta Parsaguan, Nagori Pokan Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, didampingi 7 orang engacara, di persidangan, Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Terdakwa Helarius, didakwa jaksa Ade Jaya Ismanto dengan pasal 335 (1) ke-1 KUHP tentang pengancaman. Perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Sabtu, 16 September 2017 lalu, sekira pukul 09.00 WIB, di depan rumah saksi, Prancis Gultom, di Huta II Parsaguan, Nagori Pokan Baru, Kecamatan Hutabayu Raja.

Terdakwa bersama rekan-rekannya, menghalangi jalan saksi korban Johanes Gultom, Arnold Sinaga, Miskan, Adi, dan Ari sapto yang hendak memanen buah kelapa sawit milik saksi Barita Dolok Saribu. Pagi itu, terdakwa dan teman-temannya, menghadang jalan para saksi yang sama-sama mengendarai sepeda motor.

Dengan kata-kata kasar, terdakwa menyuruh para saksi pulang saja. Lalu saksi korban Johanes Gultom, mencoba melawan ucapan terdakwa. Ini mengakibatkan terdakwa semakin marah dan langsung menarik krrah baju korban sambil mengatakan "kau jagoannya di sini, ku bunuh kau," ucap terdakwa sambil mengarahkan parang ke leher korban.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban merasa terancam dan trauma untuk melakukan panen di perkebunan sawit Barita Dolok Saribu.

Atas dakwaan tersebut, tim pengacara terdakwa akan mengajukan eksepsi. Sementara majelis hakim mengingatkan para pengacara agar tidak mengulur-ulur waktu.

"Apalagi yang mau dieksepsi, jangan mengulur-ulur waktu ya," kata ketua majelis hakim, Lisfer Berutu.

Untuk memberi kesempatan menyampaikan eksepsinya, persidangan ditunda hingga Kamis (4/4/2018) mendatang.