Binjai, hetanews.com - Ketua Partai PDI Perjuangan Kota Binjai, Fahru Rozi, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdasarkan Surat nomor B/227/DIK.00/23/03/2018 perihal pemberitahuan.

Penggalan surat berlogo Burung Garuda dan bertuliskan KPK Republik Indonesia itu ditujukan kepada Ketua DPRD Sumut dan ditandatangani Direktur Penyidikan Bidang Penindakan KPK, Aris Budiman.

Fahru Rozi merupakan mantan anggota DPRD Sumut 2009 - 2014 daerah pemilihan Binjai - Langkat. 

Dia turut ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Namun sayang, informasi penetapan tersangka oleh KPK terhadap Fahru Rozi belum sampai ke telinga pengurus partai bermoncong putih tersebut.

"Belum tau kami lae (Fahru Rozi) ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, partai pun belum ada berkoordinasi perihal ini," ujar seorang pengurus Partai PDI Perjuangan Binjai ketika dimintai keterangan hal tersebut, Jumat (30/3/2017).

Sementara Anggota DPRD Binjai, Syarif Sitepu, yang juga Ketua Bidang Pemuda dan Olah Raga, PDI Perjuangan Binjai belum mau memberi keterangan terkait hal ini.

Walau awak media ini terus menghubunginya, Syarif enggan mengangkat telepon selulernya.

Di dalam surat itu, di$ebutkan ada 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut tersangka yakni, Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M. Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, Dermawan Sembiring.

Kemudian Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.