HETANEWS

Hakim Perintahkan Jaksa agar Para Terdakwa Ini Dituntut Tinggi

Kelima terdakwa disidang PN Simalungun saat memberi keterangan atas pertanyaan jaksa. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Ketua majelis hakim yang juga Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Lisfer Berutu dalam persidangan Kamis (29/3/2018), memerintahkan agar Jaksa Penuntut Umun (JPU), Viktor Purba, menuntut hukuman yang tinggi terhadap para terdakwa.

Khususnya terdakwa Dewi Mustika yang sudah pernah diganjar 5,5 tahun, terdakwa Siti Aisyah yang sudah pernah divonis 1 tahun dan Friska Natrilova br Sagala yang sudah pernah divonis 1 tahun.

"Dituntut tinggi saja pak jaksa, khususnya terhadap ketiga terdakwa ini," kata Lisfer di persidangan siang itu.

Sebelumnya, jaksa Viktor Purba, menjerat 5 terdakwa, masing-masing Alwi Saragih (43) sebagai penjual sabu, terdakwa Friska Natrilova Sagala (21) sebagai pembeli dan 3 terdakwa lainnya Uwais Alkorni Lubis (27), Siti Aisyah (35) dan Dewi Mustika (29) dengan pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kelima terdakwa, berhasil ditangkap petugas, dengan lebih dulu menangkap terdakwa Friska,  warga Huta III, Nagori P Asilum, Kecamatan Gunung Malela, pada Senin, 6 Nopember 2017, pukul 21.00 WIB,  di Nagori Marihat Bukit dengan barang bukti, 1 plastik klip berisi sabu. 

Sabu tersebut dari terdakwa Alwi, seharga Rp 150 ribu. Lalu saksi bersama terdakwa Friska dan pemerintah setempat, menggerebek rumah Alwi. Selain Alwi, petugas juga mengamankan 3 terdakwa Uwais, Siti Aisyah dan Dewi Mustika yang baru saja menghisap sabu bersama-sama.  

Petugas menyita 4 plastik klip sisa sabu, kaca pirex, 3 sendok dari plastikdan uang tunai hasil penjualan sabu sebesar Rp 2.742.000.

Juga ditemukan 15 paket besar sabu dari tumpukan seng, timbangan digital, handphone (HP) Samsung merah lipat, 22 plastik klip kosong serta bukti transfer uang ke rekening Ahyar Effendi Samosir sebesar Rp 2,3 juta dan Rp 1 juta.

Untuk mempersiapkan surat tuntutannya, jaksa Viktor Purba, meminta agar majelis hakim menunda persidangan hingga 2 pekan. Persidangan dibantu panitera Dedi Tambunan akan dibuka kembali pada 2 minggu yang akan datang.  

Penulis: ay. Editor: gun.