HETANEWS

BNNK Tebingtinggi: Adik Kendalikan Narkoba dari Penjara, Kakak Pengelola Keuangan

Para pelaku hasil tangkapan BNNK Tebingtinggi. (foto/ver)

Tebingtinggi, hetanews.com- Para pelaku hasil tangkapan Satuan  Narkoba Polres Tebingtinggi, kerap mengaku, bahwa barang bukti narkoba dibeli para pelaku dari Narko.Tapi Narko tidak dapat ditangkap Polisi.

Narko malah berhasil ditangkap pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebingtinggi, bersama 7 pelaku lainnya.

Sedangkan pengatur barang bukti narkoba yang beredar di Kota Tebingtinggi, dikendalikan dari Lapas Narkoba Raya, Simalungun, disebut bernama APM alias Memeng,  beber Kepala BNNK Tebingtinggi, Kompol Bambang, Kamis (29/3/2018) saat digelar press release di kantor BNNK  setempat, Jalan M Yamin Kampung Keling, Kecamatan Rambutan, Tebingtinggi.

Diperjelas Kompol Bambang pula, kedelapan pelaku itu ada bersaudara, yaitu adik dan kakak.

Barang bukti yang diamankan BNKK Tebingtinggi. (foto/ver)

Untuk adik, yaitu APM alias Memeng selaku pengatur jalannya peredaran narkoba di Tebingtinggi. Sedangkan kakak, Ros alias Dedek yang selama ini bertugas di Kantor Kelurahan Mandailing untuk mengatur jalannya keuangan hasil penjualan narkoba.

Sementara itu, 6 pelaku lainnya, bertugas sesuai tupoksi dan mendapat gaji berbeda. Keenam pelaku, yaitu Saldian alias Narko, Robbi Sahri alias RS, Rovi Yolanda alias Ry, Syaifuk Afri alias SA, Zulfan J Damanik alias Jhon Heder dan Alfata alias Al.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu, 3 paket plastik klip bening narkoba jenis sabu,7 plastik klip bening, uang sebanyak Rp 7.536.000, lalu 3 unit sepeda motor jenis Kawasaki Ninja nomor polisi (nopol) BK 6332 NAM,1 unit jenis Honda Vario warna hitam nopol BK 3599 NAM dan Jupiter MX.

Selanjutnya, 1 buah dompet, 12 unit handphone (HP), 1 buah STNK, 3 lembar ATM, yaitu Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank BRI serta 1 lembar catatan transaksi narkoba.

Pasal yang dipersangkakan yaitu, pasal 114 ayat (1), 112 ayat (1), yo pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman 20 tahun penjara.

"Pelaku ditangkap pada Jumat dini hari (23/3/2018) lalu, sekira pukul 03.30 WIB, di jalan Sei Kelembah, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis Tebingtinggi," ujar Kompol Bambang didampingi Kompol J Sinaga.

Penulis: ver. Editor: gun.