Siantar, hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar, memvonis Suheri, terdakwa kasus percobaan pemerkosaan selama 2 tahun 10 bulan. Putusan dibacakan hakim ketua, Fhytta Sipayung.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, berupa pidana penjara selama 2 tahun 10 bulan," ujar Fhytta, didampingi dua rekannya, M Nuzuli dan Simon Sitorus.

Hakim menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan menurut hukum, bersalah melakukan tindak pidana percobaan perkosaan atau melanggar  Pasal 285 Yo Pasal 53 KUHPidana.

Putusan terhadap warga Dusun III Jalan Batang Kuis, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, ini lebih rendah 2 bulan dari tuntutan jaksa, Samuel Sinaga.

Sekedar diketahui, percobaan pemerkosaan dilakukan terdakwa, bermula pada Senin, 8 Januari 2018 lalu, sekira pukul 21.15 WIB, di Jalan Toba I No 56, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan, di mana saat itu terdakwa sedang bekerja sebagai buruh bangunan, persis di sebelah rumah korban, berinisial Pms.

Saat itu, terdakwa melihat dari kaca jendela kamar korban dengan kondisi sedang bugil karena hendak memakai baju. Pemandangan tersebut, membuat arus bawah terdakwa tak terbendung.

Sehingga, pada Kamis, 11 Januari 2018, sekira pukul 01.00 WIB, ketika semua teman terdakwa sudah tidur, terdakwa sengaja ingin masuk ke dalam kamar korban. Terdakwa ingin memperkosa korban.

Lalu berjalan dari atap bangunan yang terdakwa kerjakan. Kemudian berjalan menuju lantai II kamar tidur korban. Lalu terdakwa langsung memanjat bagian jendela atas kamar tidur saksi korban hingga akhirnya masuk ke dalam kamar saksi korban.

Selanjutnya, setelah masuk ke dalam kamar tidur, ternyata korban sedang tidur dan saat itu nafsu terdakwa semakin naik dan ingin memperkosa serta melakukan persetubuhan. Sehingga terdakwa langsung naik ke atas tempat tidur mendekati saksi korban.

Kemudian dengan menggunakan tangan kanan, posisi terdakwa duduk di atas tempat tidur, di samping kiri korban dengan menggunakan pisau curter. Terdakwa memotong bagian depan atas/bagian pinggang celana tidur yang dipakai korban hingga robek.

Namun karena bergerak, kemudian terdakwa dengan posisi duduk memotong dengan pisau curter bagian samping kiri celana tidur yang dipakai korban yang terlebih dahulu memotongnya dari bagian bawah kebagian atas hingga celana tersebut robek, panjangnya lebih kurang 35 cm. Namun pada saat terdakwa masih memotong celana saksi korban, tiba-tiba korban langsung terbangun dan berteriak dengan berkata “tolong, tolong, tolong”.

Melihat itu, terdakwa sempat meninju kepala korban sebanyak 2 kali. Kemudian melarikan diri dan bersembunyi dibangunan rumah yang sedang dikerjakan terdakwa.