HETANEWS.COM

Ditangkap BNNK, Terdakwa Ini Ngaku Pernah Dipukul dan Bukan Pemilik ‘BB’

Terdakwa saat dibawa petugas. (foto/ver)

Tebingtinggi, hetanews.com - Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi tampak ramai saat digelar sidang terhadap tangkapan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebingtinggi, Selasa (27/3/2018), sekitar pukul 16.30 WIB yang dipimpin majelis hakim, Sangkot Tobing dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gilbert Sitindaon.

Pasalnya, terdakwa tetap mengaku bukan pemilik barang bukti narkoba, seperti disebutkan BNNK Tebingtinggi dan terdakwa bernama Anggek (39) ini, juga mengaku, ia pernah dipukul di Simpang Dolok saat dirinya ditangkap. Dan hal ini juga dialaminya saat ditahan di BNNK setempat, di Jalan M Yamin, Kampung Keling, Tebingtinggi.

Hal ini dikatakan Anggek, warga Jalan Bangau, kepada wartawan usai menjalani persidangan.

Sementara itu, dalam pembacaan dakwaan, dikatakan bahwa terdakwa ditangkap terkait narkoba, pada Kamis, 26 Oktober 2017, sekira pukul 16.00 WIB, di Jalan Sungai Mati Titi Gantung, Kelurahan Bulian.

Sebelum ditangkap, sekira pukul 15.00 WIB, saksi Haidi Aryanto dan saksi A Fazri Harahap (keduanya anggota BNNK Tebingtinggi) mendapat informasi, bahwa ada seorang laki-laki yang melakukan tindak pidana narkotika jenis sabu, di Jalan Sungai Mati Titi Gantung.

Selanjutnya sekitar pukul 16.00 WIB, saksi-saksi dan tim BNNK Tebingtinggi lainnya tiba di lokasi dimaksud dan melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Dari terdakwa, disita 1 bungkus plastik klip transparan dibungkus koran berisikan sabu dengan berat kotor 2.14 gram dan berat bersih 1.98 gram dari saku celana sebelah kiri, 1 unit becak mesin merk Loncin Win 100 BK 1439 NF dan 1 unit handphone (HP) merk Oppo.

Selanjutnya terdakwa dan barang bukti (BB) yang ditemukan, dibawa ke kantor BNNK Tebingtinggi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdakwa mengaku mendapatkan sabu tersebut dari Edyanto alias AO sebanyak 6 paket dengan harga Rp 250.000 per paketnya. Dan terdakwa sudah menjual 5 paket sabu tersebut seharga Rp 300.000.

Bahwa terdakwa ditangkap oleh personil BNNK Tebingtinggi pada saat menunggu pembeli sabu sambil duduk di atas becak mesin.

Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: ver. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan