HETANEWS

Salurkan Rasta, Ketua KT Desak Pemerintah Tindak Aksi 'Pungli' Pangulu Tanjung Pasir

Ketua Karang Taruna Kecamatan Tanah Jawa, Sanggam Manik. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Pendistribusian beras sejahtera (rastra) bantuan sosial (bansos) Pemerintah Pusat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun terindikasi banyak masalah. 

Selain tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak), oknum Pangulu Nagori, Martina Marbun diduga nekad melakukan pungutan uang dengan dalih kebijaksanaan pribadinya semata. 

Adanya dugaan penyimpangan dan desakan kepada pemerintah untuk menindak aksi dari Pangulu Nagori agar menjadi efek jera kepada Pangulu lainnya di Kecamatan Tanah Jawa ini datangnya dari Ketua Karang Taruna (KT) Kecamatan Tanah Jawa, Sanggam Manik, Minggu (25/3/2018).

Menurutnya, ini guna menyuarakan keluhan KPM yang mendatangi dirinya, kemarin. 

"Sangat memprihatinkan dan yang mengadukannya salah seorang ibu PKK di nagori itu. Selain dipungut biaya per zak Rp 5.000-10.000, rastra didistribusikan malam hari. Ini jelas menyalahi," tegas Sanggam. 


 Pangulu Nagori Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa, Martina Marbun. (foto/zai)

Padahal, sambungnya, pendistribusian rastra yang seharusnya diterima KPM sebanyak 10 kg dan tanpa dipungut biaya. Namun faktanya, berbanding tidak lurus dengan fakta di lapangan. 

Untuk itu, imbuhnya, Karang Taruna selaku mitra kerja pemerintah membidangi sosial, mendesak pemerintah untuk memberikan sanksi. Sehingga menjadi efek jera yang lain, mengingat rastra itu bansos pemerintah.

Sementara Pangulu Tanjung Pasir, Martina Marbun membantah tudingan itu. "Gak ada saya mengadakan pungutan. Memang rastra itu gratis. Tapi kan itu beras dipundak dari truk ke kantor, gitu lho," bantah Martina via telepon seluler, Senin (26/3/2018).

Dirinya membenarkan adanya pungutan itu, namun dengan sukarela warga. Buktinya menurut Martina, gak ada yang keberatan. 

"Artinya kenek truk itu mundak. Mungkin kalau menurut saya sudah dibayar pemerintah. Tapi kita kan perlu berfikir, masa orang keringat-keringatan gak kita kasih minum. Gitu lho," terang Martin dan tiba tiba sambungan telepon selulernya terputus. 

Penulis: zai. Editor: aan.