Medan, hetanews.com - Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) perwakilan Kota Medan, membeberkan dugaan kecurangan terkait soal rekomendasi pemindahan Masjid Amal Silaturrahim.

BWI Kota Medan diduga telah menerbitkan rekomendasi pemindahan masjid pada masa jabatan pengurus yang telah berakhir.

Divisi Pembinaan Nazir BWI perwakilan Kota Medan, periode 2014-2017, Zainuddin Nur mengatakan, saat ini Surat Keputusan Badan Pelaksana BWI tentang Penetapan Pengurus Perwakilan BWI Kota Medan periode 2014-2017 telah berakhir pada 22 Nopember 2017 silam.

Pasca berakhirnya masa jabatan tersebut, BWI Pusat belum pernah menerbitkan surat perpanjangan masa jabatan dan atau melakukan pengesahan terhadap kepengurusan baru.

"Kami mendengar dan melihat langsung peran aktif oknum pengurus BWI Kota Medan dalam proses rencana pemindahan Masjid Amal Silaturrahim. Sehingga kalau ada surat yang terbit mengatasnamakan BWI, dapat dipastikan harus batal demi hukum," katanya, Senin (26/3/2018).

Dugaan pelanggaran hukum ini, diakui Ustad Vijay, sebab selama menjadi Pengurus BWI Kota Medan pada 2014-2017 silam tidak pernah sekalipun mendengar ataupun menghadiri pertemuan apapun soal Masjid Amal Silaturrahim.

Demikian juga setelah berakhirnya masa jabatan BWI. Hal ini melibatkan beberapa orang pengurus saja. Padahal, BWI menganut sistem keputusan kolektif.

Untuk itu, Zainuddin Nur meminta pihak yang terlibat dalam penerbitan rekomendasi pemindahan Masjid Amal Silaturrahim, di Jalan Timah Putih, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area untuk berpikir ulang. Sementara aparat hukum diminta untuk mengusut dugaan pelanggaran hukum ini.

"Saya siap menjadi saksi dalam dugaan terbitnya rekomendasi BWI Kota Medan yang penuh dengan kecurangan," ungkapnya.

Wakil Ketua Muhammadiyah Kota Medan, Rafdinal menyatakan, kecurigaan yang sama terhadap kinerja BWI Perwakilan Kota Medan.

Persoalan pemindahan dan perubuhan masjid tidak hanya baru kali ini terjadi di Medan. Selain BWI, para Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di Kota Medan dan Sumatera Utara tidak menunjukkan komitmennya untuk tidak mengalihfungsikan lahan masjid yang berstatus wakaf.

"Anehnya peruntuhan dan pemindahan masjid masih saja terjadi. Padahal, di Hotel Madani Medio tahun 2012 lalu, Gubernur Sumatera Utara, menegaskan tidak boleh lagi ada masjid yang dipindahkan atau dihancurkan," cetusnya.

Baca Juga: BWI Medan Diingatkan Jangan Bertindak Sendiri

Persoalan Masjid Amal Silaturrahim ini bukan soal sederhana. Masjid ini, aku Rafdinal, akan kembali menjadi barometer kesewenagan para pihak terkait.

"Bila pemindahan atau perubuhan terjadi kali ini maka dapat dipastikan ke depan akan kembali terjadi persoalan-persoalan sejenis," pungkasnya.