HETANEWS

Dituding Kerjakan RAB Tanjung Pasir, Tumpal Ngaku tak Pernah Berbuat Curang

Pendamping Desa Teknik (PDT) Kecamatan Hatonduhan, Tumpal Situngkir. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Kecamatan Hatonduhan, Tumpal Situngkir, mengaku tidak pernah berbuat curang dalam pelaksanaan program dana desa di Kabupaten Simalungun.

Selain membantah tidak ada melakukan pembuatan Rincian Anggaran Biaya (RAB) kegiatan dana desa Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, selaku PDTI, dirinya juga tidak ada mengerjakan RAB nagori di kecamatannya.

Namun itu dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) nagori. Dan jika ada Pangulu mengaku, dirinya  membuat RAB, sudah tidak lagi bermanfaat karena pada 19 Maret 2018 lalu sudah diperiksa tim ahli.

"Pagi pak zai, saya tidak pernah ada membuat RAB di Tanjung Pasir. Karena di Kecamatan dampingan saya pun bukan saya yang membuat RAB. Tpi tim pelaksana kegiatan nagori," tulis Situngkir via pesan singkatnya, kemarin.

Dia menambahkan, semua Pangulu Nagori di Kecamatan Hatonduhan sudah dikonfirmasi tim ahli, pada 19 Maret 2018, lalu. Dan tak satu Pangulu pun ngaku ada dipungut biaya dalam hal untuk pembuatan RAB.

Sementara sebelumnya, pasca cuitan pendamping pemberdayaan Tanah Jawa, Lista Damanik, menuding mantan pendamping teknik Tanah Jawa, Sabar Martua Simamora, menerima bayaran dari para Pangulu.

Baca Juga: Cuitan Lista, Ungkap PD Teknik Hatonduhan Bandrol 1 RAB Proyek Dana Desa Rp 7 Juta

Dalam hal pembuatan RAB, sebelumnya diberitakan, bahwa salah seorang Pangulu Nagori di Kecamatan Hatonduhan, bertanya ke wartawan soal berapa besaran dipungut oleh pendamping teknik. Karena mereka dipungut sebesar Rp 7 juta.

"Di Kecamatan Tanah Jawa, berapa Pangulu dimintai pendamping teknik. Kalau kami di Hatonduhan, semuanya mencapai Rp 7 juta," ucap Pangulu Nagori yang berbatasan dengan Nagori Buntu Turunan tersebut.

Penulis: zai. Editor: gun.