HETANEWS

Tidak Jera, Napi di Riau Pesan Ganja 800 Gram

Napi di Riau pesan 800 gram ganja kering. Dok. Istimewa

Pekanbaru, hetanews.com- Dinding penjara tidak membuat jera RWF (29). Meski baru divonis 10 tahun, pria ini memesan ganja 800 gram yang diselundupkan dalam box speaker dari balik bui.

Penyelundupan ganja ini dibongkar oleh Polres Indragiri Hilir (Inhil) Riau. Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony mengungkapkan RWF tercatat sebagai penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II A Tembilahan Ibukota Inhil.

"Napi ini baru divonis pengadilan hukuman 10 tahun penjara dalam kasus narkoba. Dari dalam penjara, dia masih bisa pesan ganja," kata Rony, Sabtu (24/3/2018).

Rony menjelaskan, kasus pengiriman paket ganja dari Pekanbaru tujuan penghuni LP ini diungkap pada Jumat 23 Maret 2018.

Melalui Kasatres Narkoba, AKP Bachtiar, mendapatkan informasi akan ada pengiriman ganja lewat jasa pengiriman paket. Dari informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan di lapangan. Seseorang inisial Ah, (31) datang ke tempat loket ekspedisi untuk mengambil paket tersebut.

"Ketika Ah diamankan dengan barang bukti satu paket dalam bentuk box, langsung dilakukan pemeriksaan. Setelah paket dibuka, ternyata kotak speaker itu di dalamnya ada dua paket ganja seberat 800 gram," kata Rony.

Saat dilakukan pemeriksaan, kata Rony, Ah mengaku hanya diperintahkan untuk mengambil paket tersebut. Ah menyebut dia diminta mengambilkan paket tersebut untuk diberikan RFW yang ada di LP.

"Ah mengaku dia tak tahu apa isi paket tersebut. Menurut yang menyuruhnya bahwa paket dari Pekanbaru itu hanya berisikan pakaian," kata Rony.

Dari keterangan Ah yang hanya diperintahkan, kata Rony, akhirnya tim mendatangi LP. Setelah berkoordinasi pihak LP, akhirnya dilakukan penggeledahan di sel RWF. Satu unit HP disita dari RWF.

"Padahal sepekan yang lalu saat RWF sidang kasus narkoba, dia juga kedapatan membawa sabu. Kepemilikan sabu masih diproses, sekarang terlibat lagi dalam kepemilikan ganja," kata Rony.

"Kini RFW dan Ah, masih kita amankan di Mapolres untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut," tutup Rony.

Sumber: Detik.Com

Editor: gun.