HETANEWS.COM

Duduk di Rumput, Bupati Humbahas Tampung Aspirasi Masyarakat Lintongnihuta

Bupati Dosmar Banjarnahor saat duduk bersama masyarakat. (foto/akim)

Humbahas, hetanews.com - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor bersama Kadis Pertanian, Junter Marbun, Kabag Protokol Jakkan Marbun dan Camat Lintongnihuta Jara Trisepto Lumbantoruan kunjungan kerja ke Desa Bonan Dolok, Kecamatan Lintongnihuta, kemarin.

Kehadiran Bupati dan rombongan disambut Kepala Desa (Kades) Bonan Dolok, Bakti Lumbantoruan di lahan perladangan masyarakat yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).         

Tiba di lokasi pertemuan yang sudah terpasang tenda plastik, masyarakat mempersilahkan Bupati agar duduk di kursi yang sudah disiapkan. Namun Dosmar lebih memilih duduk di rumput.

“Terima kasih bapak ibu, kita duduk sama-sama di rumput ini saja biar lebih santai dan enak. Biar lebih akrab” ajak Dosmar.

Akhirnya Bupati bersama masyarakat berbaur dan duduk sama-sama di rumput. Jarak Bupati dan masyarakat hanya sekitar 2 meter, sehingga pertemuan itu tampak penuh rasa kekeluargaan.             

Dalam pertemuan itu, Bakti Lumbantoruan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Humbahas di Desa Bonan Dolok. Menurutnya, kehadiran Bupati dan rombongan suatu kebahagiaan bagi masyarakat.

Bakti menerangkan, masyarakat Bonan Dolok mayoritas petani dan selama ini menggeluti pertanian tembakau. Petani di Desa Bonan Dolok penghasil tembakau dan hasilnya sudah dinikmati.

Selain tembakau, masyarakat juga menanam kopi dan padi darat. Kendala yang dihadapi masyarakat dalam bertani masalah air, apalagi musim kemarau.  

“Jangankan untuk menyiram tanaman ketika musim kemarau, air penyemprotan sajapun sulit kami dapatkan. Mengatasi itu dibutuhkan embung. Selama kepemimpinan Bupati, pembangunan sudah dirasakan masyarakat tapi masih banyak yang perlu dibenahi seperti pengaspalan jalan,” pinta Bakti dan diamini masyarakat.                

Bakti menambahkan, program penanaman jagung, masyarakat Desa Bonan Dolok sudah mulai melakukan penanaman, bahkan sebagian sudah ada yang panen. Bila diperhatikan hasil panen, penanaman jagung sangat menjanjikan diprogramkan di Desa Bonan Dolok.

Untuk mengolah lahan pertanian ini, masyarakat membutuhkan alat berat khususnya traktor. Ada sekitar 60 hektar lahan pertanian untuk lahan penanaman jagung. Dan lahan itu sudah pernah dikelola penanaman padi darat sekitar tahun 1980-an. Setelah itu lahan terlantar dan hanya ditanami pohon pinus.        

Mendengarkan penjelasan itu, Bupati sangat tertarik dan mendukung penanaman jagung di Desa Bonan Dolok. Alat berat sesuai permintaan masyarakat akan didatangkan dan meminta kepada Dinas Pertanian (Distan) agar mencek alat berat, apabila tidak maksimal bekerja di tempat lain agar digeser ke Bonan Dolok. 

Dosmar juga menghimbau kepada masyarakat agar serius bertanam jagung. Menurutnya, harga sudah pasti menguntungkan dan semua hasil panen ditampung, karena sudah ada 3 perusahaan siap membeli jagung.

"Kedepan, Humbajs akan menjadi sentra penghasil jagung. Mengenai pembangunan sarana dan prasarana khususnya jalan akan dilaksanakan secara bertahap," paparnya.

Sebelum kunjungan ke Lintongnihuta, Bupati ersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lamhot Hutasoit, Kadis Perhubungan, Jaulim Simanullang, Camat Doloksanggul, RH Sihite dan Kapolsek Doloksanggul AKP LB Sihombing SH sudah melakukan penanaman jagung di Desa Pakkat Kecamatan Doloksanggul milik Kelompok Tani (Poktan) Marsiurupan bekerjasama dengan PT Bisi Internasional Tbk. Kemudian meninjau lahan pertanian di Desa Hutagurgur Kecamatan Doloksanggul.

Penulis: akim. Editor: aan.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!