Labuhanbatu,hetanews.com - SL alias Kompek (44), warga Perumahan Griya Kompas Mutiara, Blok B No 12, Kelurahan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu diamankan Satuan Reskrim Polres Labuhanbatu, lantaran melakukan pencabulan kepada 3 orang anak laki,laki yang masih di bawah umur.

Informasi yang diterima, peristiwa pencabulan itu diketahui, setelah orang tua korban, melaporkannya ke Polres Labuhanbatupada 18 Maret 2018, lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang melalui Kasat Reskrim, AKP T Fathir.

"Ya benar, kita menerima pengaduan dari orang tua korban, bahwa anak mereka yang masih di bawah umur yang masih berusia 12-14 tahun, dicabuli oleh seorang laki-aki, berinisial SL," kata Fathir.

Kemudian kata Fathir, setelah mendapat laporan, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk dimintai keterangan.

"Setelah kita panggil dan dimintai keterangannya, terlapor mengakui perbuatannya melakukan pencabulan terhadap ketiganya," jelas Fathir.

Dari pengakuannya, lanjut Fathir, pelaku melakukan aksi pencabulannya dengan cara mengajak korban makan mieso. Bahkan membawa korban ke salah satu warnet di Rantauprapat.

"Jadi pelaku cabul ini kenal dengan korban. Karena kenal, orang tuanya tidak curiga kalau pelaku ini mencabuli anaknya. Makanya pelaku berani mengajak korban makan mieso. Namun ternyata, setelah selesai makan mieso, korban dibawa tersangka jalan-jalan ke Binaraga. Di sana korban buang air kecil dan tersangka melihati kemaluan korban. Dan saat mau pulang, di atas sepeda motor, pelaku memegang kemaluan korban dan mengelus-rlus kemaluan korban,” beber Fathir.

Tak hanya itu, masih kata Fathir, ternyata ada saja cara pelaku untuk mengelabui korban lainnya, yakni dengan cara mengajak menemaninya membayar tagihan listrik. Namun bukannya ke loket pembayaran listrik, pelaku malah membawa korban ke warnet.

"Untuk kasus yang lain, pelaku membawa korban ke warnet dan menunjukkan film porno. Saat itu juga, pelaku memegang kemaluan dan mengelus-elus kemaluan korban. Setelah selesai, agar korban tidak mengadu, pelaku mengajak makan mieso," ungkapnya 

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan sanksi pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

"Saat ini pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan, untuk selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu," tutupnya.