Tebingtinggi, hetanews.com - Meski di sejumlah daerah pihak Kepolisian telah berhasil menangkap puluhan orang, pelaku penipuan melalui handphone (HP), tapi untuk daerah kota Tebingtinggi hal ini masih sulit untuk menangkap pelakunya.

Bagaimana tidak, selain alat komunikasi pelacak HP angat mahal dan tidak semua petugas memilikinya, seperti Polres Tebingtinggi. Dan ternyata, pihak Bank juga turut terkesan tertutup dalam memberikan informasi kepada korban penipuan dengan alasan standar operasional prosedur (SOP) kerja.

Demikian dialami Dameria br Saragih, warga Jalan P Samosir, Lingkungan I, Kelurahan Persiakan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi.

Sudah mengalami penderitaan, keluarga korban malah sulit menerima informasi dari pihak BRI Unit Halan Ahmad Yani Tebingtinggi.

Sebelumnya pada pukul 09.00 WIB, Dameria menerima panggilan dari oknum pria dari no HP 536201019342539  yang mengatakan, anaknya ditangkap petugas akibat dirazia, ada narkoba jenis sabu.

Awalnya, Dameria tidak yakin atas informasi ini. Lalu akibat bujuk rayu dan akan datang ke rumah dengan anaknha bernama Arwin, maka ibu yang telah berusia 75 tahun ini mulai yakin dan disuruh menyetor dana untuk tidak mempersulit keadaan.

Takut anaknya dipersulit, Dameria menyetor uang Rp 2 juta dan sisanya akan diberikan di rumah korban saat pelaku bersama anaknya datang dengan mempersiapkan dana Rp 3 juta lagi.

Mengingat uangnua sudah habis di rekening BRI, maka dia berusaha meminjam uang senilai Rp 3 juta dan diberikan. Namun terlebih dahulu menghubungi anak Dameria untuk segera datang. Sebab Dameria sudah pernah kena tipu setahun yang lalu.

Sadar kena tipu, Dameria menangis dan memeluk anaknya, disaksikan tetangga, boru Sitio, sekira pukul 10.35 WIB.

Namun sayang, saat anak ibu korban bernama Arwin HP Silangit mendatangi pihak BRI Unit Jalan Ahmad Yani Tebingtinggi, hal yang tidak sepantasnya diterima.

Saat itu, anak korban berjumpa dengan petugas, bernama Dewi. Setelah berbincang dan memohon agar diberikan  informasi, di mana lokasi bank yang disetor Dameria Saragih, beberapa saat lalu, malah tidak diberikan dengan alasan SOP bank itu.

Namun, saat anak korban mendatangi pihak Bank Kantor Cabang  BRI, di Jalan Sutomo Tebingtinggi, petugas di sana akhirnya mau memberikan informasi, bahwa nomor bank itu berada di daerah Rantauprapat dengan pemilik rekening Winda Kumala Sari. Ini sama dengan nomor setoran yang dikirim Dameria dan uangnya telah diambil.

"Kami sudah menghubungi kantor pusat untuk mengecek lebih lanjut dan datang lagi pekan depan," ujar Dameria.

Akhirnya, anak korban mengucapkan terima kasih atas informasi berharga itu.

Sementara itu, ketika berusaha mengecek keberadaan nomor HP itu, dimana lokasinya, salah satu petinggi di Polres Tebingtinggi mengatakan, alat pengecekan HP mereka tidak punya dan sangat mahal. Sehingga untuk melacak nomor ponsel itu tidak kesampaian.