Siantar hetanews.com- Unjuk rasa yang dilakukan SBSI (Serikat Buruh Solidaritas Indonesia) Siantar dan para karyawan Suzuya tetap berlangsung kendati pusat perbelanjaan itu secara perlahan dibuka atau beroperasi.

Kehadiran staf personalian R Hutagalung yang menemui pengunjuk rasa tampaknya tidak membuahkan hasil.

Petugas Mepolisian yang mengawal unjuk rasa sejak awal meminta agar para pendemo mundur dari halaman masuk Suzuya di Jalan Sutomo.

Sementara para karyawan sudah membuka gedung dan meletakkan sejumlah barang di dekat pintu masuk. Kendati ada unjuk rasa, sejumlah warga tetap bergantian mengunjungi pusat perbelanjaan modern itu.

Amatan hetanews.com, sekira pukul 11.30 WIB unjuk rasa masih tetap berlangsung. Para pengunjuk rasa secara bergantian melakukan orasi dengan menggunakan pengeras suara (soundsytem).

"Kuatkan lah musik kalian. Biar kami buat musik kami. Lebih kuatnya speker kami. Ya sudah kuatkan lah terus," kata salah seorang Orator kesal, Jumat (23/3/2018).

Pengunjuk rasa kesal terhadap beberapa karyawan Suzuya yang terdata sebagai anggota SBSI masih berada didalam gedung, bekerja seperti biasanya.

Para pengunjuk rasa menilai, pihak perusahaan telah melakukan pembohongan dan pembodohan terhadap sejumlah karyawan.

Sementara itu, Ketua SBSI Kota Siantar, Ramlan Sinaga tampak emosi ketika pihak Suzuya memasang musik saat dirinya berorasi. Karena kesal, Ramlan sempat hendak masuk ke dalam toko dan mengajak duel salah seorang karyawan Suzuya.

"Jangan layas kau sama orang susah kawan. Gak selamanya hidup senang," kata Ramlan.

Setelah musik dimatikan, akhirnya Ramlan memohon maaf kepada seluruh masyarakat dan pihak Kepolisian. Selanjutnya pengunjuk rasa mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Siantar.