HETANEWS

BHL PTPN IV: Kami Tidak Tau, Apa Itu Perjanjian Kerja

Suasana pekerjaan memetik teh pada pagi hari, sebagai rutinitas para tenaga kerja BHL PTPN IV. Ironisnya dibalik pengabdian itu, mereka tidak pernah tahu perihal hak dan kewajiban yang seharusnya dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja. (foto/noto)

Simalungun, hetanews.com-Pekerja Buruh Harian Lepas (BHL) Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), mengaku tidak memgetahui kontrak kerja dan merasa tak pernah menandatangani perjanjian kerja dengan pihak vendor maupun perusahaan.

Fakta ini terkuak setelah hetanews.com, menemui beberapa BHL, di perkebunan teh milik negara tersebut.

Rata-rata BHL yang ditemui, mengaku sama sekali tidak paham soal perjanjian kerja, dan mengatakan hanya mengikuti perintah dari para mandor-mandor yang memimpin pekerjaan mereka.

"Apa itu perjanjian kerja, kayaknya enggak ada kami ini suruh teken (tanda tangan) perjanjian-perjanjian seperti itu. Yang kami tau, hanya kerja saja nya. Apa kata mandornya, itulah yang kami kerjakan," kata salah seorang BHL yang meminta untuk dirahasiakan identitasnya.

Setali tiga uang diutarakan KN, BHL yang bekerja sebagai pemetik daun teh, mengakui tidak pernah diberitahu soal perjanjian kerja.

Disinggung, soal keterlambatan pembayaran upah, KN mengatakan, pada bulan Februari lalu, vendor PTPN IV yang dikabarkan bernama CV Gilang Pratama, pernah mengumpulkan tenaga kerja BHL.

"Kemarin itu bulan Februari, pernah dikumpulkan di Sidamanik, waktu itu dibilang perusahaan yang belum bayar uangnya sama vendor, makanya gajiannya telat-telat kayak begini. Tapi kalau perjanjian kerja yang abang tanyakan itu, saya merasa enggak pernah tandatangan apa-apa," katanya.

Terkait hal ini, pihak PTPN IV perkebunan teh melalui staf  humas, Muhammad Rizki Fajaryanto, enggan membeberkan mengenai ada atau tidaknya perjanjian kerja antara vendor dengan pekerja.

Rizki yang ditemui saat itu hanya mengatakan, hal itu masalah administrasi antara vendor dengan perusahaan selaku pemberi kerja.

"Saya tidak tau kalau itu. Karena saya pun masih baru menjabat disini," ujarnya singkat.

Tidak mengertinya tenaga kerja, perihal perjanjian kerja dan kurangnya transparansi PTPN IV terkait informasi perjanjian kerja, patut diduga ada upaya penyembunyian fakta mengenai status tenaga kerja BHL.

Ditambah lagi, pihak vendor yang hingga kini belum dapat memberikan penjelasan dan sulit ditemui, meskipun hetanews.com telah berulang kali melakukan upaya konfirmasi.

Baca Juga: Vendor PTPN IV Berpotensi Lakukan PMH, Ini Kata Pengamat Hukum

Padahal, mengenai status tenaga kerja telah diatur di dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dimana, hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum antara pemberi kerja dengan pekerja.

Ada apa dengan PTPN IV dan pihak vendor?

Penulis: tim. Editor: gun.