HETANEWS

Kadisdik Minta Bantuan Hukum Kepada Kejari Tanjungbalai

Kajari Tanjungbalai, Zulikar Tanjung dan Kadisdik Tety Juliany Siregar menandatangani nota kesepahaman. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai, Zulikar Tanjung, didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) kembali melakukan penandatanganan bersama (MoU) dengan Tety Juliany Siregar selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) setempat.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Selasa (20/3/2018).

Kadisdik Tanjungbalai, Tety Juliany dalam sambutannya menyambut positif adanya MoU ini. Sebab dengan adanya pendampingan hukum yang diberikan kepada institusi yang dipimpinnya, mereka tidak ragu-ragu dan takut lagi dalam menggunakan anggaran kegiatan setiap proyek di bawah kendali Disdik.

"Dengan adanya kerjasama ini, kami juga berharap kepada Kejaksaan khususnya Datun untuk memberikan penjelasan secara preventif. Ini agar nantinya kami mengerti dan paham apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh. Tujuannya agar tidak timbul kesalahan dalam pengerjaan sesuatu kegiatan yang dapat menimbulkan perbuatan pidana atau korupsi," ujar Tety.

Sementara itu Kajari Zulikar Tanjung mengatakan, sesuai peran Datun, Kejari Tanjungbalai memberi keutamaan kepada perlindungan terhadap masyarakat dengan bantuan hukum, pertimbangan hukum dan pelayanan hukum.

Kajari Tanjungbalai, Zulikar Tanjung dan Kadisdik Tety Juliany Siregar menunjukkan MoU yang telah ditandatangani. (foto/ferry)

"Hal ini sesuai dengan fungsi dan peran Datun sebagai Pengacara Negara yang lebih pada penyelamatan harta kekayaan negara dan menegakkan kewibawaan pemerintah, serta melindungi kepentingan umum," sebut Zulikar.

Kajari juga berharap, dalam hal ini agar tidak ada lagi menonjolkan ego sektoral, sehingga karya yang dihasilkan Disdik Tanjungbalai bisa dirasakan masyarakat.

Lanjutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan ragu dan takut kepada jaksa. Menurutnya, tidak ada lagi pradiksi-pradiksi lama. Sebab yang mereka ambil sekarang adalah solusi. Karena itu pihaknya akan dampingi untuk mencari solusi agar bermanfaat kepada masyarakat.

"Kita hadir bukan untuk menakut-nakuti , tapi membantu para bapak dan ibu menyelesaikan kendala yang timbul," ucap Kajari di depan para Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Seksi (Kasie) Diadik yang hadir.

Kajari berharap, kegiatan ini dapat ditindak lanjuti dengan pemberian Surat Kuasa Khusus atau SKK. Hal ini bertujuan agar nantinya Datun dapat berkerja dalam upaya penyelamatan dan pemulihan keuangan negara maupun aset negara.

Penulis: ferry. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.