HETANEWS

Keluarkan Aroma Busuk, PT Rubber Hoclie Layak Direlokasi

Lokasi PT Rubber Hoclie, di jalan besar Sigambal. (foto/bangun hasibuan)

Labuhanbatu, hetanews.com - Keluarkan aroma bau busuk, PT Ruber Hoclie, pabrik pengolahan getah di jalan besar Sigambal, kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, layak direlokasi.

"Terlepas ada ijin atau tidak, yang pasti pabrik yang sudah puluhan tahun itu sudah tidak cocok lagi disitu. Sebab daerah itu sudah termasuk perkotaan,” ujar Jappar Siddik Nasution, warga Rantauprapat kepada wartawan, Selasa (20/3/2018). 

Menurutnya,  pabrik yang sudah berdiri sejak berpuluh tahun itu berada di tengah-tengah  pemukiman warga, sekolah, rumah ibadah dan lokasi perkantoran 

Sebab, aroma bau busuk dari polusi udara dan limbah cair yang dibuang ke Sungai Aek Riung sudah sangat menganggu warga sekitar di Labuhanbatu, maupun yang sedang melintas di areal tersebut. 

Dia juga berharap, Bupati Labuhanbatu sudah pantas mengajak pemilik perusahaan memindahkan lokasi pabrik ke tempat yang lebih jauh. "Toh, tidak menghilangkan pelanggan," tegasnya

Dikatakannya lagi, sepantasnya lokasi itu dijadikan areal perumahan atau pusat perbelanjaan (mall).

"Sejauh tidak merugikan, pemilik juga harus berpikir keindahan kota seiring perkembangan zaman. Membangun bangsa ini jangan ego-egoan, mesti ada tarik ulur. Pemkab juga haruslah melakukan pembicaraan dengan pemilik perusahaan, jangan berdiam diri," harapnya.

Humas PT Rubber Hocloe, Amir Husin mengakui, bahwa air hasil cucian karet basah sebanyak 150 ton per hari dilakukan pengolahan di kolam dan dibuang ke Sungai Aek Riung, setiap hari.

Bahkan, Amir tak menampik, kalau aroma bau busuk itu berasal dari limbah yang mereka buang. "Kalau limbah getah pasti bau, bagaimana caranya agar tidak bau, belum ada solusinya," ujar Amir.

Kadis Lingkungan Hidup, Kamal Ilham, berjanji akan mencek pengolahan limbah milik PT Rubber Hocklie. "Masalah baunya itu benar, saya akan cek pengelolaan limbah mereka ya," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, produksi limbah cair dan polusi udara pabrik itu diduga penyebab warga sekitar terganggu. Bahkan, para pengguna jalan yang melintas di areal lokasi itu. Apalagi bila hujan tiba, aromanya menyengat di hidung. Warga juga mengaku mengalami sesak nafas. 

Penulis: tim. Editor: gun.