Simalungun, hetanews.com - Pihak Perusahaan Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) unit Bah Birung, menanggapi keluhan masyarakat, terkait jembatan darurat yang berpotensi mengancam keselamatan warga, di Nagori Birung Ulu Manriah dan Bukit Rejo, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

PTPN IV unit Bah Birung, melalui staf bidang humas, Kunto Aji mengatakan, pihaknya tengah melakukan perencanaan pembuatan jembatan permanen dalam agenda kerja bulanan.

Kata Aji, nantinya jembatan permanen yang akan dibangun memiliki lebar 3 meter dan panjangnya disesuaikan dengan kanal.

"Kami tengah menyusun draf anggaran, sekaligus perencanaan mengenai jembatan itu dalam rencana kerja bulanan. Setelah draf tersusun, akan kita bahas bersama pihak manager," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/3/2018).

Ditanya, kapan realiasiasi pembangunan jembatan permanen akan dilaksanakan, Aji mengaku belum dapat memberikan kepastian dikarenakan draf rancangan kerja akan dibahas terlebih dahulu.

"Mengenai itu kita belum bisa pastikan. Namun draf rancangan pembangunan jembatan permanen tengah kita susun," katanya.

Disinggung, soal keluhan warga terkait jembatan darurat yang berpotensi mengancam keselamatan warga, Aji berujar, pihaknya sebelumnya sudah mendengar keluhan tersebut dan mengaku akan segera merealisasikan pembangunan dengan melibatkan masyarakat.

"Saya sudah mendengar keluhan warga, kita juga tidak ingin hal yang buruk terjadi. Kedepannya pembangunan jembatan akan melibatkan masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga: Jembatan Darurat Ancam Keselamatan Warga di 2 Desa Ini

Disinggung kembali, mengapa jembatan permanen nantinya hanya memiliki lebar 3 meter, padahal sebelumnya badan jalan memiliki lebar sekira 5 meter lebih, dia mengatakan, hal itu sudah dipertimbangkan sebelumnya.

"Kenapa 3 meter, kita sudah pertimbangkan itu. Kita tidak tau, apakah nantinya jembatan itu dilintasi kendaraan jenis apa. Bisa jadi warga menggunakan jembatan itu untuk dilintasi kendaraan berat, kita mengantisipasi hal itu," paparnya.