HETANEWS.COM

Dikibuli, Camat dan Ketua Asosiasi Pangulu Angkat Tangan Masalah Cuitan Lista

Ketua Asosiasi Pangulu, Hendrik Siahaan dan Lista Damanik. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Camat Tanah Jawa, Farolan Sidauruk dan Ketua Asosiasi Pangulu, Hendrik Siahaan, ngaku angkat tangan dalam menengahi masalah cuitan yang diciptakan Lista Damanik.

Sebab, selaku Pendamping Desa (PD) Pemberdayaan Kecamatan Tanah Jawa, Lista Damanik dinilai sudah berhasil mengibuli Camat Tanah Jawa dan  Ketua Asosiasi Pangulu demi kepentingan internalnya.

Menurut Camat saat berbincang di ruang kerja Kasi Trantib Kecamatan Tanah Jawa, Selasa (20/3/2018), dia secara resmi menyurati atau mengundang para Pangulu untuk mengikuti rapat koordinasi (rakor) di ruang Harungguan Kantor Camat, pada 14 Maret 2018 lalu.

Hal itu bertujuan agar Lista Damanik segera menyelesaikan cuitannya di media dan maki-makiannya terhadap wartawan.

Namun faktanya, tidak berbanding lurus. Dimana inti rakor itu, bukan untuk percepatan pemanfaatan dana desa. Melainkan untuk pelaporannya kepada para Tenaga Ahli (TA) yang diundangnya ke kecamatan.

"Sekarang yang mau saya tanya kepada Ketua Asosiasi, apakah kita pertahankan atau kita usulkan untuk direlokasikan? Terpulang kepada pak Pangulu. Dan silahkan mengambil kesepakatan," katanya.

"Kalau memang dipertahankan, takutnya aksinya itu akan menjadi - jadi. Karena sudah tidak ada lagi itikad baiknya. Jadi silahkan pak Pangulu koordinasikan kepada seluruh pangulu di kecamatan ini," imbuhnya.

Ketua Asosiasi Pangulu, yang juga Pangulu Nagori Panombean Marjanji, Kecamatan Tanah Jawa, Hendrik Siahaan, memaparkan, bahwa dua hari sebelum rakor, Lista Damanik, Sabar Martua Simamora, bersama Parisma datang ke rumahnya.

Mereka menjelaskan, bahwa Lista Damanik dan Sabar Martua Simamora (PD Teknik yang direlokasi ke Kecamatan Gunung Maligas) sudah berdamai.

Rakor para Pangulu, PDP, PDTI, PLD di kantor Camat Tanah Jawa, Rabu (14/3/2018). (foto/zai)

Dan untuk menyakinkan para tenaga ahli, Lista Damanik merayunya untuk memintai semua Pangulu, membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan, bahwa mereka tidak ada memungut biaya dari para pangulu nagori dalam hal pembuatan SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) dana desa maupun dalam hal pembuatan Rincian Anggaran Biaya (RAB) kegiatan fisik dana desa.

"Kalau untuk itu, saya angkat tangan. Lalu saya katakan agar Lista Damanik memintainya langsung kepada masing-masing Pangulu. Lalu mereka permisi. Jadi bukan aku yang mengarahkan," terang Hendrik.

Di penghujung rakor, lanjut Hendrik, diketahuinya tujuan pengumpulan tandatangan untuk laporan ke Satuan Kerja (Satker). “Saya pun tak tau Satker dimaksud. Yang saya tau Satker itu satuan kerja. Dan saya pun marah saat itu," ujarnya.

Dia juga menuturkan, jangan karena kepentingan pribadi PD dan TA, membabit - babitkan kami (pangulu).

"Silahkan internal kalian urus sendiri kepada media. Dan saya tandatangani pun berita acara itu. Krena teman-teman yang lain (Pangulu) sudah menandatangani," kata Hendrik.

Dia juga mengaku, tak tau siapa yang mengangkatnyasebagai Ketua Asosiasi Pangulu. Karena sampai saat ini, SK untuk jabatan itu tidak ada padanya

Bahkan sampai saat ini, dia tidak tau, apa isi surat pernyataan yang telah ditandatangani Pangulu se kecamatan Tanah Jawa tersebut. “Gak baca, asal saya bubuhkan saja karena yang lain sudah," ucapnya polos.

Sebelumnya, Lista Damanik,l terkait tudingan, dirinya memonopoli pengadaan plank proyek dan pembuatan SPJ/LPJ  dana desa masing - masing nagori, berbalik menuding PD Teknik, Sabar Martua Simamora yang bisa bermain dalam program dana desa. Karena dia (Sabar) lah yang membuat RAB dan masing l-masing Pangulu membayar.

Efek cuitan Lista Damanik ini juga mengungkap, bahwa PD Teknik Kecamatan Hatonduhan, Tumpal Situngkir, memungut biaya pembuatan RAB dari masing-masing Pangulu sebesar Rp 7 juta.

Baca Juga: 'Bekap' Aksi Pungli Lista Damanik, Ini Baru Jawaban Bijak Seorang Ketua Asosiasi Pangulu Tanah Jawa

Baca Juga: Tenaga Ahli PMD akan Cross Chek Kebenaran Cuitan Lista Damanik

Dan hal itu dibeberkan salah satu Pangulu di kecamatan tersebut setelah membaca pemberitaan hetanews.com, bahwa PD Teknik Kecamatan Tanah Jawa, Sabar Martua Simamora memungut bayaran.

Adapun TA yang hadir pada rakor yang difasilitasi Camat Tanah Jawa, pada tanggal 14 Maret 2018 lalu, diantaranya, Obby Syari Pohan TA TTG, Dewi Silalahi, TA Bumdes, Royani Harahap, TA PSD, Pantas Pangaribuan TA ID, Sunardi, TA PMD dan Amrullah, TA PP.

Penulis: zai. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!