HETANEWS

Soal Diperiksa KPK, Hefriansyah: Kita Tunggu Sajalah 14 Hari Kedepan

Wali Kota Siantar, Hefriansyah.

Siantar, hetanews.com - Belakangan ini beredar kabar yang menyebutkan Wali Kota Siantar, Hefriansyah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ternyata hal itu dibenarkan bersangkutan

Hefriansyah saat ditemani Kabag Humas Pemko Siantar, Gilbert Ambarita, mengakui, bahwa dirinya hanya 1 kali dipanggil KPK, yaitu pada tanggal 14 November 2017 lalu di Kuningan, Jakarta.

Hal ini disampaikannya kepada wartawan, usai mengikuti kegiatan Musrenbang, di Sapadia Hotel Siantar, Selasa (20/3/2018).

Namun Hefriansyah, menyayangkan adanya kabar yang menyebutkan pemanggilannya tersebut berhubungan dengan OK Arya mantan Bupati Batubara. 

"Informasinya saya pun heran, mana yang akurat. Pertama saya katanya terlibat masalah kasus proyek Sentang. Kedua katanya terlibat money laundry,  lalu soal titipan Sekda, katanya ada aliran dana," ujar Hefriansyah heran. 

Secara logika, lanjut Hefriansyah, tidak ada  yang mau jadi Sekda kalau membayar Rp 7 miliar.

"Siapa yang mau jadi Sekda bayar 7 miliar, saya rasa sakit jiwalah itu ya," ucap pria berusia 42 tahun tersebut.

Soal proyek Sentang dan adanya dugaan money laundry, secara bijaksana Hefriansyah mengatakan, orang l yang mempertanyakan dirinya ke KPK karena sayang pada dirinya. 

"Kalau saya lihat bang Bona selaku Ketua Majelis Muslim Indonesia (MMI), dia sayang samaku. Karena sayangnya samaku, dia mengklarifikasi secara langsung ke KPK. Lalu ada LSM yang ingin tau kebenaran berita itu, jadi mereka ke sana ingin mendapatkan kebenaran," jelasnya.

Diakui Hefriansyah, bahwa pemanggilan dirinya tidak ada konteksnya dengan hal tersebut dan hanya urusan pribadi. 

"Saya dipanggil tidak ada konteksnya dengan hal ini. Saya dipanggil urusan pribadi dengan dia, misalnya, aku minta tolong, dibantunya. Namun kita tunggu sajalah nanti, katanya kan 14 hari," sebut Hefriansyah sambil berlalu.

Penulis: tom. Editor: gun.