HETANEWS

Ketahuan Buang Kotak Rokok, Jaksa Tuntut Tompel 6 Kalender

Terdakwa Tompel saat meninggalkan ruang siding. (foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut Wira Pranata alias Tompel, terdakwa kasus narkotika jenis sabu, selama 6 tahun penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (20/3/2018).

Dalam amar putusannya, JPU Robert Damanik, menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun terhadap terdakwa. Denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan pidana penjara," ucap JPU, pada sidang dihadiri hakim ketua, Fitra Dewi.

Robert menambahkan, adapun hal yang memberatkan terdakwa, warga Jalan Ade Irma Suryani, Gang Gajah Mada, Kelurahan Martoba, Siantar Utara, yakni tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Kasusnya bermula, Kamis (12/10) sekira pukul 18.00 WIB, personil Satuan Reserse Narkoba mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di Jalan Kiyai ada sebuah rumah, tempat kumpul-kumpul pemuda. Memudian personil Sat Narkoba melakukan penyelidikan. Dan ketika dilakukan penyelidikan, ditemukan di dalam rumah yang dicurigai itu ada seorang pria mengaku bernama Wira Pranata alias Tompel.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di dalam rumah itu, dan setelah digeledah kamar pribadi milik Tompel, ditemukan 1 buah kotak rokok Sampoerna.

Lalu lersonil Sat Narkoba meminta Tompel mengambil kotak rokok Sampoerna itu dan membuka isinya. Ternyata isi dari kotak rokok itu ada 8 paket sabu.

Terdakwa mengakui, bahwa 8 paket sabu seberat 0,42 gram itu miliknya dan didapatnya dari temannya, bernama Boy Dora (dalam pencarian).

Tompel kemudian dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Siantar guna proses hukum selanjutnya.

Penulis: bt. Editor: gun.