HETANEWS

Band Indie Punxgoaran, Dukung Salah Satu Paslon Sebagai Sikap Politik dalam Bermusik

Guido Firdaus Hutagalung, lead vokal sekaligus juru bicara band lokal Siantar Punxgoaran. (foto/hug)

Siantar, hetanews.com- Band lokal asal Siantar, Punxgoaran memilih untuk berpolitik dengan mengeluarkan jingle berjudul Sumut Djoss, sebagai bentuk dukungannya kepada salah satu paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Djarot-Sihar. Dengan itu, Punxgoaran mengaku sudah memikirkan alasan dan resiko atas pilihan mereka.

Kendati band mereka saat ini tengah digandrungi para anak - anak muda di Kota Siantar, pentolan Punxgoaran, Guido Firdaus Hutagalung atau Guido, telah memikirkan resiko dari sikap mereka dalam politik melalui musik. Jingle Sumut Djoss berdurasi 2 menit 30 detik itu, dibuat atas inisiatif dan aspirasi mereka kepada paslon nomor urut 2 itu. 

Pembuatan lagu, kata Guido, diambil sesuai dengan visi dan misi Djoss dalam mengkampanyekan diri kepada masyarakat Sumut. Pembuatan lagu tersebut hanya memakan waktu sehari.

Baca: Video - Guido Hutagalung: Ini Lagu buat Pak JR, Semangat Baru Sumut

"Ini inisiatif kita sendiri, sebagai masyarakat Siantar untuk meramaikan pilkada. Ini juga inisiatif kami untuk mengajak masyarakat memilih calon yang tepat. Dan pilihan kita jatuh ke Djoss," kata Pentolan Punxgoaran, Guido, Senin (19/3/2014).

Guido menyatakan jika musik itu merupakan bagian politik. Punxgoaran, sebut lead vokal ini, adalah salah satu band berlabel indie. Untuk itu, ia menilai jika jingle tersebut dibuat bukan untuk meraup keuntungan, tapi dukungan politik. Dengan itu harapannya nanti, seluruh penggiat musik dan insan kreatif di Provinsi Sumatera Utara dapat diperhatikan oleh paslon tersebut.

Punxgoaran, band yang berkiblat dengan band legendaris punk, seperti The Clash dan Black Flag ini mengakui mampu menepis tanggapan publik mengenai sikap mereka yang memilih salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Sumut 2018 ini.

"Ini adalah strategi. Sebenarnya kita mau mengajak, melihat sosok calon gubernur yang satu ini (Djarot-Sihar) cocok untuk kita angkat dengan kreatifitas bermusik kita,"kata Guido.

Disinggung dampak dari pilihan politik mereka yang rentan mempengaruhi para fansnya, Guido menambahkan, hal itu sudah dipikirkan jauh sebelumnya. Ia juga menyatakan, selain menghibur musik adalah politik.

"Kita sudah pikirkan resikonya. Kalau misalkan fans ikut, alangkah bagusnya. Tapi kita gak maksa. Hanya sikap pandangan kita yang berani memilih. Karna ini saatnya generasi berani memilih,"tukasnya.

Penulis: gee. Editor: gun.