HETANEWS

Francisko Sihite Dukung Pelaporan Anggaran Fiktif Pemberdayaan Karang Taruna 

Ketua Karang Taruna Humbahas. Francisko Sihite bersama para pengurus.

Humbahas, hetanews.com - Ketua terpilih Karang Taruna Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Francisko Leonardo Sihite angkat bicara atas informasi dari beberapa media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait dugaan penyelewengan dan anggaran fiktif atas pemberdayaan Karang Taruna Desa yang dilakukan beberapa oknum Kepala Desa (Kades). 

Francisko menegaskan, atas nama Karang Taruna Humbahas untuk melawan segala bentuk penyelewengan dan pemanfaatan dana yang mengatasnamakan Karang Taruna. Dirinya juga mendukung jika ada yang melaporkan hal tersebut kepada penegak hukum. 

"Saya memang belum menerima Surat Keputusan (SK) dari Bupati yang masih dalam proses penandatanganan. Namun sebagai Ketua Karang Taruna terpilih yang sah, saya menegaskan untuk ikut melawan segala bentuk penyelewengan dan pemanfaatan dana fiktif yang mengatasnamakan Karang Taruna. Jika ada yang mau melaporkan saya akan sangat mendukungnya," tegas Francisko, Senin (19/3/2018).

Dirinya menambahkan bahwa organisasi plat merah Karang Taruna bersifat otonom. Artinya pengurus Karang Taruna memiliki kewenangan atas daerahnya sendiri, sementara di Kecamatan dan Kabupaten hanya merupakan koordinator, pembimbing dan pengarahan. 

"Untuk pengurus Kabupaten hanya bersifat koordinasi, pengarahan, pembinaan. Jadi kita tidak ada intervensi atas dana pemberdayaan dari dana desa untuk Karang Taruna Desa. Namun atas nama organisasi hal tersebut sudah sangat menciderai," tukasnya.

"Namun hal ini tidak terlepas dari ketidaktahuan masyarakat yang sudah buta tentang arti tugas pokok dan fungsi Karang Taruna. Ini aibat dari kevakuman Karang Taruna yang hampir 10 tahun di Humbahas," sebut Francisko.

Sementara itu, berbagai isu adanya beberapa oknum Kades yang bermain dalam penyelewengan dana fiktif untuk pemberdayaan Karang Taruna kian merebak.

Dan beberapa LSM diinformasikan telah melaporkan hal tersebut. Namun sampai saat ini, belum diketahui secara pasti pihak yang melaporkan hal tersebut.

Penulis: trendy. Editor: aan.