Mon 15 Oct 2018

Detik-Detik Politikus PPP Kencani Waria dan Tewas Telanjang

Ilustrasi garis polisi (foto/Irwandi)

Mojokerto, hetanews.com - Satuan Reserse Kriminal dari Kepolisian Resor Mojokerto, Jawa Timur, sudah menggelar rekonstruksi ulang detik-detik kematian Wakil Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bernama Muhammad Syafii Has.

Seperti diketahui, Syafii ditemukan tak bernyawa pada Jumat, 16 Maret 2018, di area perkebunan tebu di tepi aliran Sungai Brantas di wilayah Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Ketika ditemukan, jasad Syafii dalam kondisi telanjang dan cuma mengenakan celana dalam saja. Di lokasi juga ditemukan alat kontrasepsi jenis kondom bekas pakai.

Rekonstruksi digelar dengan menghadirkan saksi, yakni seorang wanita pria alias waria berinisial VE. Ada 11 adegan yang diperagakan saksi, Minggu, 18 Maret 2018. Mulai dari kedatangan korban ke lokasi hingga korban tiba-tiba tewas tertelentang usai berkencan.

Dalam rekonstruksi diperagakan awalnya korban tiba di lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Lalu, VE menghampiri korban. Kemudian mereka berbincang-bincang. Saat itu, diperagakan korban masih dalam posisi duduk di jok sepeda motornya.

Setelah berbincang, VE lalu berjalan menuju ke kebun tebu. Dia memilih tempat yang gelap di dekat tanggul Sungai Brantas. Tak lama kemudian, diperagakan korban turun dari sepeda motor dan menyusul VE.

Setelah keduanya bertemu di lokasi, keduanya lalu berkencan. Namun, usai berkencan, korban tiba-tiba saja jatuh tertelentang.

Melihat hal itu, VE pergi meninggalkan korban dalam posisi telentang. Lalu, VE kembali ke tempat korban bersama waria lainnya.

"Ada 11 adegan mulai dari korban datang ke lokasi hingga meninggal dunia," kata Kepala Satreskrim Polres Mojokerto, AKP Suharyono.

Meski telah menggelar rekonstruksi, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Sebab, sampai saat ini hasil autopsi terhadap jenazah korban belum tuntas.

Namun dari hasil tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mojokerto dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di jasad korban.

"Penjelasan dari rumah sakit, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hasil autopsi sekarang juga masih belum keluar, untuk sebab-sebab kematian korban," kata Suharyono.

Sementara itu, menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Timur, Musyaffak Noer, dirinya dan kader-kader PPP belum percaya dengan persepsi berseliweran soal kemungkinan tewasnya korban berkaitan dengan hal negatif yang berhubungan dengan lokasi penemuan mayat, yakni tempat mangkal waria.

"Korban yang saya tahu baik orangnya, tidak neko-neko. Kami semua di PPP mengenal beliau orang baik," ujarnya.

Musyaffak mengakui korban saat ini menempati posisi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Jombang. Namun, setahun terakhir korban tidak begitu aktif dalam kegiatan partai karena keluhan sakit. "Beberapa bulan ini korban mengeluh sakit," ucapnya. 

 

 

 

sumber : viva.co.id

Penulis: -. Editor: sella.