HETANEWS

4 Hal yang Perlu Diketahui Terkait Nyepi 2018

Upacara Tawur Kesanga jelang perayaan Nyepi. (Foto:Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Jakarta, hetanews.com - Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 yang jatuh pada Sabtu, (17/3) jadi hari spesial bagi umat Hindu. Banyak peristiwa dan hal-hal unik terjadi saat Nyepi.

Kumparan (kumparan.com) merangkum empat hal yang perlu kamu ketahui pada Nyepi 2018 ini.

1. Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara

Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara selama perayaan Nyepi. Penutupan ini berlangsung mulai Sabtu (17/3) pukul 06.00 hingga Minggu (18/3) pukul 06.00 WITA. Namun begitu, pihak Angkasa Pura tetap bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal darurat.

"Saat Nyepi nanti akan ada 368 personel kami yang siaga di bandara. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya permohonan emergency landing, technical landing atau medical evacuation,” ujar General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, Kamis (15/3).

Penutupan sementara aktivitas di bandara ini sudah dilakukan sedari tahun-tahun sebelumnya selama perayaan Nyepi. Dengan adanya penutupan ini, berarti semua penerbangan rute domestik maupun internasional ditiadakan.

2. Semua operator seluler dimatikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengeluarkan surat imbauan tentang mematikan sementara jaringan internet untuk wilayah Bali dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Nyepi pada Sabtu (17/3) selama 24 jam hingga Minggu (18/3).

Menanggapi hal tersebut, operator telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mendukung kebijakan tersebut.

Ketua Umum ATSI,Merza Fachys, mengatakan sepakat untuk menjalankan imbauan Kemkominfo. Namun begitu, ATSI tetap memberikan SMS sosialisasi dan bersiaga di layanan telekomunikasi objek vital agar tetap terlayani dengan baik.

3. 811 narapidana beragama Hindu menerima remisi

Kementerian Hukum dann HAM memberikan Remisi Khusus (RK) Nyepi kepada 811 narapidana beragama Hindu di seluruh Indonesia.

Dari 811 napi yang menerima remisi, sebanyak 244 napi menerima remisi 15 hari, 514 napi lainnya mendapat remisi 1 bulan, 36 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, 12 orang narapidana memperoleh remisi 2 bulan, 2 orang langsung bebas usai menerima remisi 15 hari, dan 3 orang langsung bebas usai menerima remisi 1 bulan.

Remisi ini diberikan kepada napi yang telah memenuhi persyaratan administratif dan subtantif yang berlaku.

"Remisi diberikan kepada narapidana Hindu yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalankan pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lapas atau rutan," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mardjoeki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/3).

4. Perayaan Nyepi dan Hari Saraswati terjadi bersamaan

Nyepi tahun ini terasa istimewa bagi umat Hindu karena bertepatan dengan peringatan Hari Saraswati dan momen seperti ini hanya terjadi 100 tahun sekali.

Dalam praktiknya, kedua peringatan ini akan dilakukan bersamaan namun tetap tidak melanggar Catur Brata Penyepian yang terdiri dari Amati Karya yakni menghentikan aktivitas kerja, Amati Geni atau tidak boleh menyalakan api, Amati Lelungan yaitu tidak boleh bepergian dan Amati Lelanguan berarti yakni menghentikan kesenangan.

Sedangkan Hari Saraswati merupakan perayaan turunnya ilmu pengetahuan. Biasanya umat Hindu Dharma di Bali merayakannya setiap 210 hari dengan menggunakan perhitungan kalender Bali pada Sabtu (Saniscara), Umanis (Legi), Watugunung.

Pada Hari Saraswati dilakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.

sumber: kumparan.com

Editor: aan.