Simalungun, hetanews.com - Personil Polres Simalungun melaksanakan pengamanan eksekusi lahan yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun di Nagori Tambahan Kecamatan Pematang Raya, Jumat (16/3/2018).

Panitera PN Simalungun melakukan eksekusi atas lahan seluas 10.200 m2 terletak di Tambahan, Kecamatan Pematang Raya.

Eksekusi tersebut dilaksanakan berdasarkan surat penetapan Ketua PN Simalungun Nomor  11/Pdt.G/2017/PN Simalungun tanggal 29 Januari 2018.

Pelaksanaan eksekusi mendapat pengawalan dan pengamanan dari Polres Simalungun yang menurunkan personil sebanyak 60 personil, dikendalikan Kabag Ops, AKP Hendrik Situmorang didampingi Kapolsek Raya AKP B Pakpahan.

Dalam pelaksanaan eksekusi, Panitera PN Simalungun terlebih dahulu membacakan surat penetapan Ketua PN Simalungun dihadapan Rusli Purba selaku terrmohon eksekusi dan Kuasa Hukum pemohon eksekusi, Saut Martua Purba disaksikan Lurah Raya, Pasma Damanik.

Tim eksekutor dari PN Simalungun yang menggunakan 2 unit gergaji mesin atau sinsaw melakukan penebangan terhadap tanaman di atas objek eksekusi seluas 10.200 m2 berupa 600 batang tanaman kopi, 4 batang pohon alpukat, 1 batang pohon durian, 2 batang aren dan 20 batang tanaman pisang.

Selanjutnya Panitera PN Simalungun menyerahkan lahan yang telah dieksekusi kepada pihak pemohon eksekusi dan menuangkannya ke dalam Berita Acara Eksekusi nomor 11/Pdt.G /2017/PN.Simalungun tanggal 16 Maret 2017.

Lahan seluas 10.200 m2 itu merupakan objek perkara antara penggugat Simon Purba dkk melawan Rusli Purba dkk selaku tergugat yang terdaftar dalam register perkara perdata nomor 11/Pdt.G/2017/PN Simalungun yang terletak di Tambahan Pematang Raya adalah milik Penggugat I, II, III, IV, V dan VI yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Simalungun nomor: 11/Pdt.G/2017/PN Sim tanggal 17 Mei 2017.