Siantar, hetanews.com- Hakim menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Dede Alamsyah alias Dirly, terdakwa pelaku perampokan, disertai kekerasan terhadap Nadya, siswi SMA Teladan  Siantar yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun terhadap terdakwa Dede Alamsyah alias Dirly,"ujar hakim Fitra Dewi, selaku hakim ketua sidang, Kamis (15/3/2018).

Putusan ini lebih tinggi dari tuntutan 10 tahun penjara terhadap warga Huta Satu Makmur, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun itu. Tuntutan dibacakan dua pekan lalu oleh JPU, Heri Santoso.

Dalam amar putusannya, hakim Fitra didampingi dua rekannya, M Nuzuli dan Simon Sitorus, menyatakan perbuatan Dirly terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana diatur dalam Pasal 365 ayat (2) 4e KUHPidana tentang pencurian dan kekerasan.

Menanggapi putusan hakim, Dirly dan kuasa hukumnya, Erwin Purba, menyatakan pikir-pikir atas putusan itu. Hal yang sama juga dikatakan JPU.

Sementara itu, keluarga korban yang ikut menjalani sidang tampak memadati ruang sidang.

Ibu Nadya, Yasmi, mengaku sangat berterima kasih kepada hakim memvonis maksimal atas perkara itu.

"Syukurlah...terima kasih karena vonisnya naik dari tuntutan. Biarlah dia (Dirly) merasakan hidupnya dipenjara. Biar dia tau kekmana sakitnya anakku dibuatnya," ujarnya saat ditemui usai sidang.

Untuk diketahui, Nadya merupakan korban keganasan pria yang sudah lama dikenalnya itu maupun keluarganya, pada bulan Oktober 2017 lalu. Sebelum merampas dan menganiaya, Dirly mengelabui korban dengan mengatakan, mendapat kiriman paket dari seorang temannya, di Bandung.

Baca Juga: Nadya dan Keluarga Kecewa Sidang Putusan Dirly Ditunda

Setelah berhasil dibujuk, Nadya kemudian dibawa ke sebuah rumah kosong dan dianiaya dengan tujuan diperkosa di sana. Hanya saja karena Dirly tak bisa ereksi, Nadya selamat dari pemerkosaan.

Selanjutnya, Dirly terus menganiaya Nadya hingga tak sadarkan diri. Setelah dikira tewas, Dirly kemudian mengambil barang-barang berharga milik Nadya dan meninggalkannya, di gubuk itu. Barang berharga, berupa sepeda motor, perhiasan emas, handphone maupun barang lainnya.