Siantar, hetanews.com - Kisruh kelanjutan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Siantar masih terus berlanjut.

Sebelumnya anggota Komisi III, memperotes ketua mereka karena katanya tidak menandatangani lanjutan RDP. Dan saat ini yang kembali tidak menandatangani Sekretaris Komisi III. 

Dihubungi, Kamis (15/3/2018), Sekretaris Komisi III, Frengki Boy Saragih, membenarkan jika dirinya tidak menandatangani surat pengajuan RDP yang kemarin diperbaharui.

"Sama ajanya isinya, kenapa enggak yang lama saja ditandatangani (Ketua Komisi III)," ucapnya. 

Frengki juga mengatakan, dia juga tidak mau disebut penghianat oleh 7 orang anggota Komisi III yang sudah menandatangani lebih dahulu.

"Kan, saya enggak mau disebut penghianat sama kawan-kawan. Malau engga lampirkan saja yang lama sama yang baru," sebutnya.

Kata Frengki, kalau pun dia harus menandatangani surat pengajuan yang baru tersebut, dirinya mengkwatirkan nantinya yang hadir hanya 2 orang.

"Nanti hanya kami 2 yang datang, bagus saya pilih yang qorum. Kan enggak bisa juga kalau kami beedua saja yang datang," sebutnya. 

Baca Juga: ‘Kisruh’ Komisi III, Ini Saran Ketua DPRD Siantar

Dikatakan wartawan, bahwa Ketua DPRD Siantar, Maruli Tua Hutapea menyebutkan, jika tanpa ditandatangani Ketua dan Sekertaris, maka RDP tidak dapat dilanjutkan, Frengki tetap bersikukuh untuk surat pengajuan yang lama. "Yah yang lama saja ditandatangani. Kan sama aajanya isinya, "kata Frengki. 

Dikatakan lagi, bahwa Ketua DPRD meminta kepada Ketua Komisi III agar dilakukan pertemuan internal, apakah sudah dilakukan, Frengky mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

"Enggak tau saya. Dari tadi pagi, saya di ruang Komisi III tak ada pertemuan. Kalau soal disuruh ketua untuk lakukan pertemuan saya enggak tau," ucapnya.