Siantar, hetanews.com - Terkait ‘kisruh’ di internal Komisi III, akibat polemik lanjutan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mendapat perhatian dari pimpinan DPRD Siantar.

Ketua DPRD Siantar, Maruli Tua Hutapea, menyarankan agar Komisi III segera melajukan rapat internal untuk menyelesaikan masalah itu, Kamis (15/3/2018).

Kata Maruli, dia sudah meminta Ketua Komisi III, Hendra Pardede untuk melakukan pertemuan internal di komisi tersebut.

"Tadi kan sudah saya sampaikan kepada Ketua Komisi III agar melakukan pertemuan di Komisi III, kenapa Sekretaris nggak mau menandatangani," ucapnya. 

Maruli juga meminta kepada Hendra, agar segera menyelesaikan masalah di Komisi III.

"Sebenarnya ini masalah kecil, gak perlu berlarut-larut. Jadi saya sarankan agar Hendra melakukan pertemuan untuk menyelesaikan masalah, dan katanya dia akan melakukan itu," kata Maruli.

Ditanya, apakah pertemuan itu sudah dilakukan? Maruli menyebutkan, sepertinya telah dilaksanakan.

"Kayaknya sudah karena tadi dia (Hendra) bilang mau ke kantor (DPRD). Saya rasa mau melakukan pertemuan itu," ucapnya. 

Terkait saran dari Mangatas Silalahi yang juga sebagai Koordinator Komisi III, Maruli menyebutkan, bahwa dia (Mangatas) juga menyarankan agar segera diselesaikan di internal Komisi III.

"Sarannya sama, agar diselesaikan dulu masalah mereka. Karena ini tidak masalah begitu besar kok, masalah kecilnya ini,"'katanya. 

Terkait RDP lanjutan, apakah sudah bisa dilakukan? Maruli menyebutkan, belum karena yang menandatangani pengajuan RDP masih hanya Ketua Komisi III.

Baca Juga: Beda Pandangan soal Laporan Perjalanan Dinas dan Lanjutan RDP, Ada Apa dengan Komisi III?

"Belum bisalah karena administrasinya harus Ketua sama Sekretaris yang menandatangani Makanya saya minta agar ketua Komisi III bertemu dengan anggotanya, biar bisa dilanjutkan RDP itu," paparnya. 

Ditanya, apakah dirinya menanyakan penyebab kisruh itu terjadi? Maruli beranggapan kalau hal ini hanya masalah miss komunikasi. "Hanya masalah komunikasinya ini, tapikan jangan berkepanjangan. Biarlah, mereka selesaikan dulu di internal mereka," kata Maruli.