Simalungun, hetanews.com - Adlinur alias Delin (30), warga Jalan Teladan, Huta IV, Nagori Perlanaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun membantah, sabu yang diperolehnya adalah milik Sunardi alias Nardi Opak .

"Saya hanya disuruh," kata terdakwa melalui pengacaranya, Antoni Sumihar Purba, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (15/3/2018).

Karena hal itu dianggap sudah masuk ke dalam pokok perkara, maka majelis hakim, Roziyanti, Justiar Ronald dan Hendrawan Nainggolan, memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan perkara dengan keterangan saksi-saksi.

Jaksa Indri Wirdya, menjerat terdakwa dengan Pasal 114 dan Pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa saat menyatakan keberatannya kepada pengacara, Antoni Sumihar Purba. (foto/ayu)

Menurut dakwaanya, Indri menyebutkan, terdakwa ditangkap anggota Polsek Perdagangan, pada Sabtu, 21 OKtober 2017 lalu, pukul 19.00 WIB, di Huta III, Nagori Perlanaan, Kecamatan Bandar. Terdakwa sepakat dengan Sunardi alias Nardi Opak untuk bertransaksi sabu seharga Rp 1 juta seberat 1,2 gram.

Sebelumnya, terdakwa Adlinur, membeli sabu dari Edi, di Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Simalungun seharga Rp 550 ribu. Lalu sabu tersebut  digabung dengan 3 paket sabu yang diambil di rumahnya yang bermaksud akan diantar kepada Nardi Opak.

Naas, saat menunggu Nardi, terdakwa diamankan petugas, bersama barang bukti, 4 paket sabu dan 10 plastik klip kosong. Petugas menangkap Delin karena lebih dulu menangkap Nardi Opak. Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan dibantu panitera, Dedi Antoni Tambunan, ditunda hingga sepekan.