HETANEWS

Razia Satpol PP Tanjungbalai Terkesan Amburadul

Plt Kasat Pol PP, memberikan arahan kepada wanita yang terjaring. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Petugas gabungan terdiri dari Satpol PP, polisi dan Polisi Militer, menggelar razia penyakit masyarakat (pekat), di seputaran Kota Tanjungbalai, pada Rabu (14/3/2018).

Razia digelar bermula sekitar pukul 22.30 WIB, dengan sasaran sejumlah tempat hiburan, seperti cafe dan kedai tuak serta kos-kosan. Satu persatu cafe dan kedai tuak yang berada di jalan Alteri dan jalan Sudirman, diseser petugas.

Para pengunjung tempat hiburan ini diperiksa oleh petugas dengan meminta identitas diri atau KTP para pelayan cafe atau pemandu karaoke.

Pantauan hetanews.com di lapangan, terjadi kekecohan di seluruh tempat hiburan yang dirazia petugas. Pasalnya petugas dari Satpol PP tetap menciduk wanita pelayan cafe atau pemandu karaoke ini, walaupun mereka memiliki KTP.

Rata - rata wanita ini menolak ketika akan dibawa petugas ke kantor Satpol PP, sehingga menimbulkan keributan antara petugas dengan wanita pelayan dan pemilik cafe.

Petugas gabungan saat menggelar razia, di salah satu kedai tuak di jalan Alteri. (foto/ferry)

“Gak terima aku kalian bawa ke kantor, salahku dimana? Aku bukannya Pekerja Seks Komersial (PSK), lagian aku kan mempunyai KTP,“ ujar para wanita pelayan cafe.

Namun petugas tetap berkeras membawa mereka ke kantor Satpol PP dengan dalih hanya untuk didata saja.

Menurut Damanik, pemilik cafe saat ditemui hetanews.com, di kantor Satpol PP menyayangkan cara kinerja penegak peraturan daerah (perda) dalam melakukan razia tersebut. Menurutnya, itu (razia) sudah lari dari jalur dan tidak sesuai dengan Standart Operational Prosedural atau SOP.

"Pekerja saya memliki KTP , kenapa harus dibawa juga? Pekerja saya hanya pelayan cafe dan menghidangkan tuak kepada tamu serta menemani tamu berkaraoke, kenapa harus ditangkap? Pekerja saya  bukan pelacur atau PSK dan bukan penjual narkoba. Mereka ini rata-rata janda dan rela jadi pelayan begini untuk menghidupi anak mereka,“ kesalnya.

Sementara Burhan, selaku Plt Kasat Pol PP Tanjungbalai mengatakan, razia ini merupakan razia rutin pekat. Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan karena aduan masyarakat yang resah.

"Dalam razia kali ini, petugas gabungan berhasil menjaring 27 orang yang terdiri dari 24 perempuan, 1 lelaki dan 2 waria. Mereka yang terjaring ini, kemudian didata, sebelum dipulangkan ke rumahnya masing-masing dengan jaminan pihak keluarga," ujar Burhan.

Penulis: ferry. Editor: gun.